Suhu dan Kalor

Pengertian Sifat Termal Zat

 

Sifat termal zat ialah bahwa setiap zat yang menerima ataupun melepaskan kalor, maka

zat tersebut akan mengalami :

  • Perubahan suhu / temperatur / derajat panas.
  • Perubahan panjang ataupun perubahan volume zat tersebut.
  • Perubahan wujud.

Pengukuran Suhu / Temperatur

 

Alat untuk mengukur suhu suatu zat disebut TERMOMETER.

Secara umum ada 3 jenis termometer, yaitu :

  1. Termometer Celcius, mempunyai titik beku air 00 titik didih air 1000
  2. Termometer Reamur, mempunyai titik beku air 00 titik didih air 800
  3. Termometer Fahrenheit, mempunyai titik beku air 320 titik didih air 2120

Dengan demikian dari ketiganya dapat digambarkan skala untuk air sebagai berikut :

Titik didih :   1000                800                  2120                373

 

  C                    R                     F                      K

 

 

Titik beku :     00                  00                      32                   273

 

Jadi 100 bagian C = 80 bagian R = 180 bagian F

0C dan 0R di mulai pada angka nol dan 0F mulai pada angka 32

Maka C : R : (F-32) = 100 : 80 : (180)

Selain 3 jenis thermometer di atas, derajat panas sering dinyatakan dengan derajat mutlak atau derajat Kelvin (K).

Contoh soal :

  1. Pada suatu hari thermometer Fahrenheit diletakkan dalam suatu ruangan menunjukkan angka 1220F. Berapa angka yang akan ditunjukkan oleh thermometer Celcius?
  2. Titik uap oksigen adalah -182,50C. Berapa suhu ini jika dinyatakan dengan skala Fahrenheit?

Jawab :

  1. 1.   
  1. 2.   

 

Macam-macam thermometer

  1. a.    Thermometer alcohol

Karena air raksa membeku pada – 400 C dan mendidih pada 3600, maka thermometer air raksa hanya dapat dipakai untuk mengukur suhu-suhu diantara interval tersebut. Untuk suhu-suhu yang lebih rendah dapat dipakai alkohol (Titik beku – 1300 C) dan pentana (Titik beku – 2000 C) sebagai zat cairnya.

  1. b.    Termoelemen

Alat ini bekerja atas dasar timbulnya gaya gerak listrik (g.g.l) dari dua buah

sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya.

  1. c.    Pirometer optic

Alat ini dapat dipakai untuk mengukur temperatur yang sangat tinggi.

  1. d.    Thermostat

Alat ini dipakai untuk mendapatkan suhu yang tetap dalam suatu ruangan.

  1. e.    Thermostat diferensial

Dipakai untuk menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan.

 

 

 

Persamaan Kalor

Ketika anda memanaskan air di dalam ketel, makin besar nyala api berarti makin besar kalor yang diberikan pada air dan menghasilkan kenaikan suhu air yang lebih besar dari pada kenaikan suhu air sebelumnya. Jika, kalor yang sama diberikan kepada ketel yang berisi lebih sedikit air, kenaikan suhu air lebih cepat dari pada kenaikan suhu air sebelumnya. Akibatnya dengan selang waktu pemanasan yang sama akan di capai suhu air yang lebih tinggi dari pada suhu air sebelumnya. Jadi ada hubungan antara banyak kalor Q, kenaikan suhu Dt  dan massa air m.

  1. Kalor yang diberikan kepada air sebanding dengan kenaikan suhu ( Q ≈ Dt )
  2. Kalor yang diberikan pada air sebanding dengan massanya. ( Q ≈ m )

Jadi Persamaan Kalor :

Keterangan :

Q = Jumlah kalor (Joule)

m = Massa zat cair ( kg atau gram)

c  = Kalor jenis zat cair (J Kg-1K-1)

Dt = Perbedaan suhu awal dan suhu akhir (K)

Kalor jenis

Kalor jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1 K. Kalor jenis merupakan sifat khas suatu zat yang menunjukkan kemampuannya untuk menyerap kalor. Zat kalor yang jenisnya tinggi mampu menyerap lebih banyak kalor untuk kenaikan suhu yang rendah. Zat-zat seperti ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan energy termal.

Berikut tabel kalor jenis berbagai zat :

Zat

Kalo jenis

Aluminium

Tembaga

Kaca

Besi atau baja

Timah hitam

Marmer

Perak

900

390

840

450

130

860

230

Zat

Kalo jenis

Kayu

Alcohol

Raksa

Air es

Air cair

Air uap

Badan manusia

Udara

1700

2400

140

2100

4180

2010

3470

1000

Grafik Suhu Terhadap Kalor

a

e

d

c

b

Fase padat (es)

Fase cair (air)

Fase gas (uap)

Titik didih

Titik lebur

Waktu

100

0

-25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel titik lebur, titik didih, kalor lebur dan kalor didih berbagai zat

zat

Titik lebur (0C)

Kalor lebur (J/kg)

Titik didih (0C)

Kalor didih (J/kg)

Helium

Hydrogen

Nitrogen

Oksigen

Alcohol

Raksa

Air

Sulfur

Timah hitam

-269,5

-259,31

-209,97

218,79

-114

-39

0,00

119

327,3

5,23 x 103

58,6 x 103

25,5 x 103

13,8 x 103

104,2 x 103

11,8 x 103

334 x 103

38,1 x 103

24,5 x 103

-268,93

-252,89

-195,81

-182,97

78

357

100,00

444,60

1750

209 x 103

452 x 103

201 x 103

213 x 103

853 x 103

272 x 103

2256 x 103

326 x 103

871 x 103

 

zat

Titik lebur (0C)

Kalor lebur (J/kg)

Titik didih (0C)

Kalor didih (J/kg)

Antimon

Perak

Emas

Tembaga

630,05

960,80

1063,00

1083

165 x 103

88,3 x 103

64,5 x 103

134 x 103

1440

2193

2660

1187

561 x 103

2336 x 103

1578 x 103

5069 x 103

 

Contoh Soal :

  1. Berapa banyak kalor yang hilang ketika 56 gr besi didinginkan dari 1000C menjai 200C?

Jawab :

  1. Sebanyak 2,25 x 104 Joule energy kalor diberikan kepada 2 kg balok alumunium yang suhu awalnya 200C. Berapa suhu akhir balok tersebut?

Jawab :

Suhu akhir = 32,50 Celcius

Latihan 1

  1. Sebatang aluminium yang massanya 300 gram dipanaskan dari 300C menjadi 1500C. Berapa banyak kalor yang diserap oleh aluminium tersebut? Kalor jenis aluminium 900 J/kg K.
  2. Tentukan perubahan suhu pada :
    1. 10 kg air yang kehilangan kalor sebesar 231 kJ. Kalor jenis air 4200 J/kg K
    2. 400 gr tembaga yang mendapat kalor sebesar 3,12 kJ. Kalor jenis tembaga 390 J/kg K

HUKUM KEKEKALAN ENERGI UNTUK KALOR

Asas Black

Telah diketahui bahwa energy adalah kekal, sehingga kehilangan energy Q Joule dari suatu benda akan muncul energy tambahan energy Q joule pada benda lainnya. Kekekalan energy juga berlaku pada perpindahan kalor akan dibuktikan pada peristiwa berikut.

Jika anda ingin mendinginkan secangkir air panas, maka suatu cara sederhana adalah dengan menuangkan air dingin ke dalam air panas tersebut sehingga didapatkan air hangat. Suhu air hangat tentu saja berada diantara suhu air panas dan suhu air dingin.

Misalkan kita memiliki dua cangkir yang satu berisi 0,2 kg air pada 700C dan yang lain berisi 0,3 kg air pada suhu 200C. Kedua isi cangkir kemudian dituangkan ke dalam sebuah cangkir besar. Ukurlah suhu campuran dengan thermometer. Misalnya, pada saat kesetimbangan termal dicapai, suhu akhir campuran adalah 39,80C.

Suhu air panas turun:

Kalor yang dilepaskan air :

Suhu air dingin naik :

Kalor yang diterima air :

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kalor yang di lepas oleh air panas (Q1) sama dengan kalor yang diterima oleh air dingin (Q2). Secara matematis :

Kekekalan energy pada pertukaran kalor, seperti yang ditunjukkan perhitungan di atas, pertama kali diukr oleh Joseph Black (1728-1799), seorang ilmuwan inggris. Oleh karena itu persamaan 1 dikenal sebagai Asas Black.

 

Contoh Soal :

  1. Sepotong aluminium yang massanya 200 gram dipanaskan sampai suhunya mencapai 900C, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 100 gram air pada suhu 200C. Dengan mengabaikan pertukaran kalor terhadap lingkungan sekitar dan kalor yang di serap bejana. Hitunglah suhu akhir campuran. Kalor jenis aluminium 900 J/Kg K dan kalor jemis air 4200 J/kg K.

Jawab :

Aluminium :

m1 : 200 gr = 0,2 kg

c1  : 900 J/kg K

t1  : 900C

Air :

m2 : 100 gr = 0,1 kg

c2  : 4200 J/kg K

t2  : 200C

 

 

 

 

 

Missal suhu akhir campuran  = x0C

Suhu Aluminium turun:

 

Aluminium melepas kalor :

Suhu air naik :

Air menerima kalor :

Dengan menggunakan kekekalan energy :

 

  1. Seperti pada contoh 1, tetapi kalor yang diserap bejana diperhitungkan. Bejana dianggap terbuat dari 50 gram aluminum.

Jawab :

Massa bejana m3 = 50 gram = 0,050 kg

Suhu bejana aluminium naik :

Kalor yang di serap bejana aluminium :

Yang melepas kalor adalah batang aluminium, sedang yang menerima kalor adalah air dan bejana aluminium. Sesuai hokum kekekalan energy :

 

 

 

 

Latihan 2

  1. Sepotong aluminium yang massanya 500 gram dipanaskan sampai suhunya mencapai 1000C, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 200 gram air pada suhu 400C. Dengan mengabaikan pertukaran kalor terhadap lingkungan sekitar dan kalor yang di serap bejana. Hitunglah suhu akhir campuran. Kalor jenis aluminium 900 J/Kg K dan kalor jemis air 4200 J/kg K.
  2. 0,500 kg timah hitam pada 1000C dicelupkan ke dalam 0,200 kg air pada 200C yang terdapat dalam calorimeter aluminium yang massanya 0,400 kg suhu akhir campuran adalah 240C. Hitung kalor jenis timah hitam. Kalor jenis aluminium 900 J/kg K dan Kalor jenis air 4200 J/kg K.

 

Pemuaian Zat.

Pemuaian Panjang

Bila suatu batang pada suatu suhu tertentu panjangnya Lo, jika suhunya dinaikkan sebesar Dt, maka batang tersebut akan bertambah panjang sebesar DL yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

a   = Koefisien muai panjang = koefisien muai linier

didefinisikan sebagai : Bilangan yang menunjukkan berapa cm atau meter bertambahnya panjang tiap 1 cm atau 1 m suatu batang jika suhunya dinaikkan 10 C. Jadi besarnya koefisien muai panjang suatu zat berbeda-beda, tergantung jenis zatnya. Jika suatu benda panjang mula-mula pada suhu t0 0C adalah Lo.

Koefisien muai panjang = a , kemudian dipanaskan sehingga suhunya menjadi t1 0C maka :

 

Keterangan :

Dl         :

Dt         : Selisih antara suhu akhir (t) dengan suhu awal(t0)

lo          : Panjang benda sebelum dipanaskan (m)

lt          : Panjang benda setelah dipanaskan (m)

a          : Koefisien muai panjang (/0C)

t           : Suhu akhir benda (0C atau K)

t0          : Suhu awal benda (0C atau K)

 

Contoh Soal :

  1. Rel kereta api yang terbuat dari baja di pasang pada suhu 00C. Panjang sepotong rel adalah 12 m. Berapakah panjang potongan rel ketika suhunya 420C jika diketahui koefisien muai panjang baja adalah 1,2 x 10-5/0C?

Jawab :

  1. Oleh karena suhunya ditingkatkan dari 00C menjadi 1000C, sebatang baja yang panjangnya 1 m bertambah panjang 1 mm. berapakah pertmbahan panjang sebatang baja yang panjangnya 60 cm bila dipanaskan dari 100C menjadi 1300C?

Jawab :

Gunakan persamaan DL = Lo . a . (t1 – t0) untuk menghitung a

Gunakan Persamaan L = Lo . a . (t1 – t0) untuk menghitung

Jadi, pertambahan panjang baja jika dipanaskan dari 100C menjadi 1300C adalah 0,72 mm

 

 

Latihan 3

  1. Jika panjang sebatang pipa kuningan pada 250C adalah 100 cm. tentukan panjangnya pada suhu 750C. koefisien muai panjang kuningan 19 x 10-6 (0C)-1
  2. Sebatang baja panjangnya 36,00 cm pada suhu 120C dan 36,03 cm pada suhu 620C. Berapakah panjang baja itu pada suhu 1620C?

Pemuaian Luas

Bila suatu benda padat berbentuk persegi panjang dipanaskan, terjadi pemuaian dalam arah memanjang dan arah melebar. Dengan kata lain, benda padat mengalami pemuaian luas. Pemuaian luas berbagai zat begantung pada koefisien muai luas.

A0

DA

Koefisien muai luas (b) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan luas benda (DA) terhadap luas awal benda (D0) per satuan kenaikan suhu (Dt). Secara matematis, b dinyatakan sebagai :

   dimana,

Keterangan :

DA = Pertambahan luas (m2)

b    = Koefisien muai luas

Dt   : Selisih antara suhu akhir dengan suhu awal (0C)

 

Pemuian Volum

Bila benda padat berbentuk balok dipanaskan, akan terjadi pemuaian dalam arah memanjang, melebar dan meninggi. Dengan kata lain, benda padat mengalami pemuaian Volum. Pemuaian volum berbagai zat begantung pada koefisien muai volum. Koefisien muai volum (g) suatu bahan adalah perbandingan pertambahan volum terhadap volum awal benda (V0) per satuan kenaikan suhu (Dt). secara matematis dinyatakan sebagai :

   dimana,

Keterangan :

DV = Pertambahan Luas (m3)

g    = Koefisien muai volum

Dt   : Selisih antara suhu akhir dengan suhu awal (0C)

Contoh Soal :

Sebuah silinder tembaga Pejal pada suhu 200C volumnya 2 liter. Berapa Volum silinder itu pada suhu 1200C? Koefisien muai tembaga 0,00002 0C-1.

Jawab:

Jadi,

Jadi, volume silinder tembaga pejal pada suhu 1200C adalah 2,012 L.

 

Latihan 4

  1. Sebuah bejana perunggu volumenya 4 L pada suhu 250C. Berapa liter air dapat di muat bejana itu pada suhu 1000C?
  2. Sebuah tangki bensin pada mobil sedan memiliki kapasitas 40 L pada suhu 200C. Jika tangki diisi bensin sampai penuh, berapa banyak bensin akan meluber jika mobil di parker di bawah sinar terik matahari sehingga suhu mencapai 450C?
  3. Sebuah bejana kaca pada 00C terisi penuh dengan 100 cm3 raksa. Jika suhu dinaikkan menjadi 200C, berapa cm3 raksa akan tumpah?

Rambatan Kalor.

Panas dapat dipindahkan dengan 3 macam cara, antara lain :

  1. Secara konduksi (Hantaran)
  2. Secara konveksi (Aliran)
  3. Secara Radiasi (Pancaran)

a. KONDUKSI

Pada peristiwa konduksi, atom-atom zat yang memindahkan panas tidak berpindah tempat tetapi hanya bergetar saja sehingga menumbuk atom-atom disebelahnya, (Misalkan terdapat pada zat padat) Banyaknya panas per satuan waktu yang dihantarkan oleh sebuah batang yang panjangnya L, luas penampang A dan perbedaan suhu antara ujungujungnya Dt, adalah :

Keterangan :

Q         : Jumlah kalor

t           :  waktu

k          : Konduktivas termal zat

A         : Luas permukaan

d          : Ketebalan dinding

DT       : Perbedaan suhu

k adalah koefisien konduksi panas dari bahan dan besarnya tergantung dari macam bahan. Bila k makin besar, benda adalah konduktor panas yang baik. Bila k makin kecil, benda adalah isolator panas.

 

Contoh Soal :

Sumber utama masuknya ke dalam ruang yang suhunya lebih rendah dari bagian luar ruang yang suhunya lebih tinggi adalah melalui jendela kaca. Sebuah ruang dengan pendingin udara memiliki kaca jendela yang luasnya 2,0 m x 1,5 m dan tebalnya 3,2 mm. Jika suhu pada permukaan dalam kaca 250C dan suhu pada permukaan luar kaca 300C, berapa laju konduksi kalor yang masuk ke ruang itu?

Jawab :

Jadi laju konduksi kalor adalah 3750 W atau dalam 1 sekon ada 3750 J kalor yang masuk ke dalam ruang.

  • Suhu pada sambungan 2 batang logam berbeda jenis

Contoh soal :

Sebuah batang yang panjangnya 25 cm terdiri dari sebuah batang tembaga dengan panjang 15 cm yang disambungkan dengan sebuah batang alumunium dengan panjang 10 cm. penampang kedua batang adalah sama. Ujung bebas tembaga tetap pada suhu 1000C sedang pada ujung alumunium tetap pada 00C. Hitung suhu pada titik sambungan batang. Konduktivitas termal tembaga =  dan tembaga

Jawab :

Dalam masalah 2 batang logam berbeda jenis yang disambungkan berlaku bahwa laju aliran kalor dalam kedua batang adalah sama besarnya.

Latihan 5

  1. Sebuah pendingin nminuman berbentuk kubus dengan panjang sisi 30 cm. tiap dindingnya memiliki tebal 4,0 cm dan terbuat dari plastic yang memiliki nilai k = 0,033 W/m K. Es di dalam kotak pendingin menjaga suhu tetap 00C. Berapa banyak es yang melebur setiap jam jika suhu luar kotak pendingin 250C?
  2. Batang perunggu dan tembaga yang luas penampang dan panjangnya sama, salah satu ujungnya dihubungkan. Suhu ujung bebas batang perunggu 2500C dan suhu ujung bebas batang tembaga 1000C.  Jika koefisien konduksi kalor baja dan kuningan masing-masing adalah 1,1 dan 3,9 W/cm K. tentukan suhu pada titik hubung kedua batang tersebut!

b. KONVEKSI

Pada peristiwa ini partikel-partikel zat yang memindahkan panas ikut bergerak. Kalor yang merambat per satuan waktu adalah :

Keterangan :

Q/t       : Laju Kalor Konveksi

h          : Koefisien konveksi

A         : Luas permukaan

DT        : Perbedaan suhu

Contoh Soal :

Permukaan dalam suatu dinding rumah di jaga bersuhu tetap 00C pada saat suhu udara luar adalah 00C. Berapa banyak kalor yang hilang karena konveksi alami pada dinding yang berukuran 8,0 m x 4,0 m selama sehari? Anggap koefisien rata-rata .

 

 

 

Jawab :

Jadi,

 

Latihan 6

  1. Suhu kulit seseorang tanpa pakaian kira-kira 320C. Jika orang tersebut berada dalam kamar yang suhunya 220C dan luas permukaan tubuh orang tersebut kira-kira 1,6 m2. Berapakah kalor yang dilepaskan tubuh orang itu melalui konveksi selama 5 menit? h = 7,1 J/ s m2 K.

C. RADIASI

Adalah pemindahan panas melalui radiasi energi gelombang elektromagnetik. Energi panas tersebut dipancarkan dengan kecepatan yang sama dengan gelombang-gelombang elektromagnetik lain di ruang hampa (3 x 108 m/det) Banyaknya panas yang dipancarkan per satuan waktu menurut Stefan Boltzman adalah :

Besarnya harga e tergantung pada macam permukaan benda 0 £ e £ 1

  • Permukaan hitam sempurna (black body)
  • Sebagai pemancar panas ideal.
  • Sebagai penyerap panas yang baik.
  • Sebagai pemantul panas yang jelek.
  • Terdapat pada permukaan yang lebih halus.
  • Sebagai pemancar panas yang jelek.
  • Sebagai penyerap panas yang jelek.
  • Sebagai pemantul yang baik.

Botol thermos dibuat dengan dinding rangkap dua dan diantaranya terdapat ruang hampa

serta dinding-dindingnya dilapisi dengan perak, maksudnya adalah :

  • Karena adanya ruang hampa tersebut, praktis pemindahan panas lewat konduksi dan konveksi tidak terjadi.
  • Lapisan mengkilap dari perak dimaksudkan untuk memperkecil terjadinya pemindahan panas secara radiasi. (Permukaan mengkilap e = 0)

Q/t = Intensitas radiasi yang dipancarkan per satuan luas, dinyatakan dalam :

J/m2.det atau watt/m2

e = Emisivitas (Daya pancaran) permukaan

t  = Konstanta umum = 5,672 x 10 –8 m ( K)

T = Suhu mutlak benda (K)

A = Luas permukaan (m2)

Contoh Soal :

Seutas kawat spiral lampu pijar memiliki luas permukaan kira-kira 50 mm2 dan suhu 11270C. Jika kawat pijar dianggap sebagai benda hitam sempurna, maka :

  1. Berapa kalor yang diradiasikan oleh kawat tersebut?
  2. Berapa ampere kuat arus yang mengalir melalui kawat jika sakelar yang bertegangan 220 V dihubungkan dan seluruh energy listrik dapat diubah menjadi kalor radiasi?

Jawab :

  1. Kalor radiasi kawat di hitung dengan :

Jadi, kalor radiasi yang dipancarkan adalah 10,89 J tiap sekon

 

 

  1. b.    Laju kalor = daya listrik

Jadi, kuat arus yang melalui kawat adalah 0,05 A.

Latihan 7

  1. Sebuah pelat baja tipis berbentuk persegi dengan panjang sisi 10 cm dipanaskan dalam sebuah tungku sampai suhunya mencapai 8000C. jika pelat baja itu memiliki emisivitas 0,9. Berapa laju kalor radiasinya?

 

EVALUASI SUHU dan KALOR

  1. Hitunglah kalor yang di butuhkan untuk menaikkan suhu 100 gram es yang suhunya -50C menjadi uap dengan suhu 1000C. Bila diketahui kalor lebur es = 80 kal/g, kalor didih air 540 kal/g, kalor jenis es sebesar 0.5 kal/g0C dan kalor jenis air 1 kal/g0C!
  2. Sebatang logam panjangya 40,125 m pada suhu 200C dan panjangnya 40,148 m, pada suhu 450C. Hitung Koefisien muai panjang logam itu!
  3. Ria membuat thermometer. Ria menetapkan suhu es yang sedang mencair pada skala 500 dan suhu air mendidih 2000. Sebuah benda diukur dengan thermometer Celcius menunjukkan angka 400C. Berapakah suhu benda jika di ukur dengan thermometer Ria?
  4. Suhu filament tungsten pada bola lampu pijar adalah 2450 K dan emisivitasnya 0,35. Tentukan luas permukaan filament bola lampu berdaya 150 Watt jika energy diradiasikan!
  5. Sepotong besi yang massanya 500 gram dipanaskan sampai suhunya mencapai 1000C, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 200 gram air pada suhu 400C. Dengan mengabaikan pertukaran kalor terhadap lingkungan sekitar dan kalor yang di serap bejana. Hitunglah suhu akhir campuran. Kalor jenis besi 450 J/Kg K dan kalor jemis air 4200 J/kg K.

Tugas Remedial :

Buatlah tulisan Ilmiah tentang :

  1. Tara Kalor Mekanik
  2. Cara kerja Termos (vacuum flask)
  3. Skala thermometer Ramkine

Jangan lupa untuk mencantumkan sumber informasi/referensi berupa buku teks, jurnal, majalah maupun situs internet.

 


About these ads

Tentang yogabudibhaktifisika

physics teacher
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s