Gejala Alam Biotik

GEJALA ALAM BIOTIK

Standar Kompetensi      : memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan

Kompetensi Dasar           : mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh infori                                        informasi gejala alam biotik.

Tujuan Pembelajaran    : Siswa diharapkan dapat menyebutkan, memehami, menjelaskan atau    

 Mengaplikasikan mengenai metode ilmiah, perumusan masalah, perumusan   hipotesis, perancangan penelitian, pelaksanaan penelitian dan pelaporan penelitian.

 

Gejala alam adalah segala peristiwa yang terjadi dialam.

Gejala alam dapat membawa pengaruh baik maupun buruk bagi manusia dan lingkungannya.

Manusia tidak dapat mengubahnya, namun dapat melakukan tindakan antisipasi bagi pengaruh buruk yang akan timbul.

Gejala alam biotik objek yang diamati berupa makhluk hidup.

 

1.1. Metode Ilmiah

Metode ilmiah/proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.

Metode ilmiah merupakan langkah pemecahan masalah yaitu

  1. 1.       Merumuskan masalah yang akan dipecahkan. Misalnya bagaimana perbedaan kecepatan pertumbuhan tumbuhan, jika diberi perlakuan berbeda?
  2. Menentukan variabel percobaan, yaitu variabel bebas berupa faktor-faktor yang akan diteliti pengaruhnya. Variabel bebas merupakan variabel yang dimanipulasi(diubah-ubah). Variabel bebas adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang menjadi objek percobaan, misalnya : air, suhu, zat hara. Variabel tidak bebas adalah variabel yang menjadi akibat (variabel terikat). Contohnya adalah pertambahan tinggi/kecepatan pertumbuhan.

Faktor-faktor prtumbuhan yang tidak digunakan sebagai variabel bebas perlu dikontrol, agar tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap objrk. Agar memperoleh data yang representatif, objek yang digunakan tidak boleh satu, tetapi harus dilakukan pengulangan minimal 3 kali.

  1. Menentukan dan menyiapkan alat dan bahan percobaan yang diperlukan.
  2. Menentukan langkah-langkah kerja yang harus dilakukan sebagai pedoman pelaksanaan percobaan, agar percobaan dapat dilaksanakan dengan lebih sistematik.
  3. Melaksanakan percobaan untuk mmperoleh data mengenai objek yang diteliti. Data yang diperoleh dicatat dalam tabel pencatat data, sehingga data dapat dianalisis.
  4. Menganalisis data untuk mengambil kesimpulan.

 

Sifat Ilmu Pengetahuan dan Metode Ilmiah

  1. Logis/masuk akal, yaitu sesuai dengan logika atau aturan berpikir, yang ditetapkan dalam cabang  ilmu pengetahuan yang bersangkutan.

Logika dalam ilmu pengetahuan adalah definitif(pasti), obyektif ( sesuai dengan fakta). Fakta adalah informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan.

  1. Obyektif 

Mengandung arti kebenaran ditentukan oleh pengujian secara terbuka, yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.

Ilmu pengetahuanberkenaan dengan sikap  tidak bergantung pada suasana hati,prasangka/pertimbangan nilai pribadi.

  1. Sistematis, yaitu adanya konsistensi dan keteraturan internal.
  2. Andal, yaitu dapat diuji kembali secara terbuka . ilmu pengetahuan bersifat umum, terbuka dan universal.
  3. Dirancang, ilmu pengetahuan dikembangkan dengan suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah.
  4. Akumulatif, ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka, mengikuti perkembangan jaman dan menerima perubahan.

 

Rancangan Percobaan

Sebelum memulai percobaan yang sebenarnya, kita harus menyusun suatu rancangan percobaan sebagai acuan, sehingga kita dapat bekerja secara urut dan sistematis.

 

Kriteria Metode Ilmiah yang Baik

  1. Signifikansi(penting)
  2. Keserasian antara teori dan pengamatan
  3. Generalizability (dapat menunjukkan sejauh mana hasil riset berlaku)
  4. Dapat direproduksi ( disesuaikan dengan perkembanganilmu pengetahuan)
  5. Presisi (ketepatan)
  6. Teliti
  7. Verifikasi

Umumnya digunakan untuk mengetahui kebenaran sesuatu, yang terkait dengan penelitian. Misalnya: data, lokasi penelitian, waktu penelitian dsb.

 

Manfaat Mempelajari Metode Ilmiah

  1. Mengetahui arti pentingnya penelitian
  2. Menilai hasil penelitian
  3. Dapat menyusun karya ilmiah/ skripsi/thesis

Langkah-langkah dalam metode ilmiah adalah :

  1. Penemuan masalah
  2. Perumusan masalah
  3. Perancangan percobaan
  4. Pelaksanaan percobaan
  5. Pengambilan data
  6. Interpretasi data dan pengambilan kesimpulan

 

 

1.2. Perumusan Masalah

 

Setiap percobaan dimulai dari suatu masalah.

Percobaan adalah usaha terencana untuk menjawab pertanyaan dengan membuat suatu kegiata, dibawah kondisi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Percobaan dimulai dari dalam pikiran kita, dengan menanyakan suatu permasalahan , terhadap diri sendiri atau ingin mengetahui suatu masalah.

Pada tahap penemuan masalah, setidaknya ada 2 prosedur, yaitu memilih dan merumuskan masalah.

Pemilihan masalah dimaksudkan untuk, membantu kita memfokuskan apa yang akan kita lakukan dalam percobaan. Masalah itu dirumuskan, kemudian dicari dicari informasi lebih banyak, dengan jalan mengumpulkan fakta-fakta yang berkaitan.

 

1.3. Perumusan Hipotesis

Perumusan hipotesis akan membantu kita mencari jawaban suatu masalah.

Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai sebab akibat dalam kondisi tertentu, atas rumusan masalah yang akan dicari pemecahannya.  Hipotesis digunakan sebagai dugaan jawaban dan kebenarannya masih harus dibuktikan melaui percobaan yang dilakukan. Hasil eksperimen tidak  pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak dapat menyalahkan suatu hipotesis, bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan prediksi dari hipotesis.

Bergantung pada prediksi yang dibuat, berbagai macam ekspermen dapat dilakukan. Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik atau ekskavasi arkelogis. Pencatatan  yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen, dan memberikan bukti efektifitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.

 

 

1.4. Perancangan Penelitian

Penelitian adalah suatu upaya untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. Sebelum melakukan suatu penelitian, sangatlah penting untuk menyusun suatu rancangan penelitian sebagai suatu acuan, sehingga kita dapat bekerja secara runut dan sistematis.

 

Definisi penelitian

  1. Suatu usaha untuk mengumpulkan , mencatat, dan menganalisa fakta-fakta mengenai suatu masalah
  2. Suatu penyelidikan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat kejadian tertentu dalam mengembangkan metode baru
  3. Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk emperoleh fakta dengan sabar, hati-hati serta sistematis
  4. Usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah
  5. Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai permasalahan yang pemecahannya memerlukan pengumpulan fakta-fakta

 

Tujuan Penelitian

  1. Memiliki tujuan yang jelas untuk memecahkan suatu permasalahan.
  2. Harus lebih luas, tidak hanya sekedar melihat suatu hubungan yang terjadi diantara variabel yang telah ada.
  3. Harus lebih dalam , tidak hanya sekedar menunjukkan perbedaan yang ada pada sampel penelitian.

 

 

Fungsi Penelitian

  1. Mencari penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan.
  2. Mencari alternatif kemungkinan yang dapat digunakan sebagai alternatif pemecahan suatu permasalahan.
  3. Menyelidiki keadaan dari,alasan untuk dan konsekuensi terhadap suatu keadaan khusus.

 

Sifat Penelitian

  1. Pasif : hanya ingin memperoleh gambaran suatu keadaan atau permasalahan.
  2. Aktif : ingin memecahkan suatu persoalan  atau menguji suatu hipotesis.

Secara khusus didalam suatu penelitian terdapat hubungan antara :

  1. Keinginana manusia
  2. Permasalahan
  3. Ilmu pengetahuan
  4. Metode ilmiah

 

 

Aspek Penelitian

  1. Aspek proses : kegiatan /proses yang teratur, sistematis, terstruktur, dan dengan metodoloi yang tepat.
  2. Aspek hasil     :
    1. Pengungkapan kenyataan baru
    2. Pengembangan prinsip yang telah ada untuk permasalahan baru
    3. Penemuan dan pengembangan prinsip baru
    4. Mencapai penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi
    5. Aspek kualifikasi :
      1. Originalitas dari permasalahan serta pengembangannya
      2. Oriinalitas prinsip yang dihasilkan
      3. Ketepatan metodologi dan penelitian

 

Kategori Penelitian

  1. Latihan penelitian: meningkatkan kemampuan meneliti, bagi calon peneliti/ peneliti muda.
  2. Pengembangan ilmu pengetahuan: penelitian dasar terapan yang memberikan landasan pengetahuan baru untuk pengembangan iptek.
  3. Pengembangan kelembagaan: langsung/tidak langsung, hasilnya bermanfaat bagi pengembangan kelembagaan pendidikan .
  4. Menunjang pembangunan: memecahkan masalah riil yang perlu pemecahan segera, bermanfaat langsung bagi pembangunan.
  5. Kerjasama.

 

 

Jenis penelitian

Jenis penelitian dibedakan menjadi 2, yaitu berdasarkan penggolongan dan sifat penelitian.

 

  1. Penggolongan
    1. Bidang yang diteliti:
      1. Sosial
      2. iptek
  2. Tempat penelitian:
    1. laboratorium
    2. perpustakaan
    3. lapangan
  3. Penggunaan:
    1. Murni/dasar
    2. Terapan
  4. Tujuan umum :
    1. Eksploratif
    2. Development
    3. verfikatif
  5. Taraf:
    1. Deskriptif
    2. Inferensial
  6. Proses berlangsungnya prosedur penelitian:
    1. Historis dokumenter
    2. Eksperimentil
  7. Aktivitas yang dilakukan:
    1. Penemuan fakta
    2. Interpretasi kritis
    3. Lengkap

 

  1. Sifat Penelitian
    1. Penelitian murni/dasar

Penelitian atas keinginan untuk mengetahui.

  1. Penelitian terpakai

Penelitian untuk menjawab suatu masalah yang timbul pada suatu hasil,agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.

  1. Penelitian eksplratif

Menemukan masalah –masalah baru.

  1. Penelitian development

Mengembangkan pengetahuan

  1. Penelitian verifikatif

Menguji kebenaran.

  1. Penelitian deskriptif

Hanya akan melukiskan keadaan obyek / permasalahan dan tidak untuk mengambil kesimpulan yang berlaku umum.

  1. Penelitian inferensial

Tidak sekedar melukiskan, dari bahan-bahan diambil kesimpulan yang dapat dijadikan dasar dalam menghadapi kejadian tertentu.

  1. Penelitian historis dokumenter

Dalam sejarah.

  1. Penelitian eksperimental

Suatu proses akibat serta efek dari suatu kondisi dan bertujuan untuk bisa meramalkan keadaan yang akan datang.

 

 

Tahapan dalam Menyusun Penelitian

 

Sebelum melakukan suatu  penelitian, kita harus menyusun suatu rancangan penelitian sebagai acuan, sehingga kita dapat bekerja secara urut dan sistematis.

Beberapa tahapan yang dilewati :

  1. Mencari referensi
  2. Menentukan tujuan percobaan
  3. Mengumpulkan semua bahan dan alat yang akan dipergunakan
  4. Menentukan faktor penentu (variabel penelitian), dalam hal ini paling tidak ada 2 variabel yang digunakan ( variabel bebas dan variabel tidak bebas/terikat).
  5. Menentukan parameter pengamatan dan pengukuran.
  6. Menentukan langkah kerja, antara lain :
    1. Langkah persiapan
    2. Langkah perlakuan
    3. Langkah pengambilan data
    4. Menentukan cara pengolahan data sehingga data-data hasil pengamatan /pengukuran dapat dibuat

Data kuantitatif maupun data kualitatif.

 

 

1.5. Pelaksanaan Penelitian

 

Hipotesis ysng telah kita buat, perlu sebuah pembuktian melalui percobaan, dimana kita bekerja sesuai dengan rancangan percobaan yang telah kita susun. Berlatihlah menggunakan peralatan percobaan merupakan cara belajar yang efektif untuk mengurangi kesalahan kerja.

 

 

Ciri Khas Penelitian

  1. Berkisar disekeliling permasalahan yang akan dipecahkan.
  2. Mengandung unsurOriginalitas (keaslian).
  3. Didasarkan atas pandangan “ingin tahu”.
  4. Didasarkan pada asumsi in order , yaitu bahwa suatu fenomena memiliki hukum dan peraturan,
  5. Dilakukan dengan pandangan terbuka.
  6. Brkehendak untuk menemukan generalisasi atau dalil.
  7. Merupakan studi sebab akibat.
  8. Menggunakan pengukiran yang akurat.
  9. Menggunakan teknik yang diketahui.

 

 

Persyaratan sebagai Peneliti (Saintis)

  1. Memiliki daya nalar tinggi.
  2. Originalitas dan memiliki daya khayal ilmiah serta kreatif.
  3. Daya ingat yang kuat, ekstensif, dan logis.
  4. Waspada.
  5. Akurat dalam pengamatan dan perhitungan.
  6. Memiliki kemauan keras, tidak mudah menyerah, dan berkonsentrasi tinggi.
  7. Dapat bekerjasama dengan siapapun.
  8. Sehat jasmani dan rohani, stabil dan sabar.
  9. Memiliki semangat dan hasrat yang tinggi untuk meneliti.
  10. Jujur, bermoral tinggi, beriman, dan dapat dipercaya.

 

 

Pelaksanaan

 

Penelitian harus dilaksanakan secara :

  1. Sistematis dan terencana secara baik.
  2. Terkontrol.
  3. Objektif berdasarkan fakta yang teramati, bukan subjektif berdasarkan pandangan pribadi, atau kepentingan pribadi.
  4. Valid dan replikatif, artinya dilakukan dengan metode yang benar, dan apabila diulangi dengan cara yang sama oleh peneliti lain, akan menghasilkan kesimpulan atau jawaban yang sama.

 

 

 

1.6. Pelaporan Penelitian

 

Untuk menguji hipotesis yang telah dibuat, maka perlu dilakukan percobaan, dimana kita bekerja sesuai rancangan percobaan, setelahnya maka kita membuat laporan penelitian

Sebelum hasil penelitian dilaporkan, hal penting yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Pengolahan  Data

Yaitu pengumpulan data, penyusunan data serta analisis data. Salah satu cara yang efektif dalam mencatat dan menyusun data dengan cara membuat grafik atau menggunakan tabel. Dalam analisis data tersebut, dicari korelasi (hubungan) antara perlakuan dalam eksperimen dengan hasilnya.

 

  1. Penyusunan Kesimpulan

Kesimpulan harus dinyatakan secara sederhana dan jelas sebagai suatu perkembangan alamiah dari pengamatan dan analisis data.

 

Pelaporan

Suatu laporan penelitian biasanya berisi pendahuluan, tujuan, manfaat, hipotesis, metodologi, hasil, pembahasan, kesimpulan, kritik dan saran, daftar pustaka, serta lampiran.

 Berikut penjelasan masing-masing tahap penyusunan suatu pelaporan:

  1. Pendahuluan

Berisi penjelasan mengenai masalah ilmiah yang merupakan pokok penyelidikan.pendahuluan memuat acuan tentang penelitian yang dilakukan oleh orang lain, latar belakang mengapa penelitian ini dilakukan serta hipotesis yang dibuat.

  1. Tujuan

Menjelaskan maksud dilakukannya penelitian.

  1. Manfaat

Menjelaskan kegunaan dilaksanakannya suatu penelitian.

  1. Hipotesis

Suatu pernyataan sebab akibat dalam kondisi tertentu, atas suatu rumusan masalah yang akan dicari pemecahannya.

  1. Metodologi

Menjelaskan alat, bahan, dan langkah-langkah kegiatan dalam penelitian yang dilakukan. Termasuk didalamnya analisis statistik yang akan dipakai.

  1. Hasil

Hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel, diagram/ grafik

  1. Pembahasan

Menjelaskan mengapa hasil penelitian dapat seperti itu secara lengkap dan jelas. Pembahasan bukan merupakan penjelasan hasil saja.

  1. Kesimpulan

Merupakan jawaban dari hipotesis yang dibuat

  1. Kritik dan saran

Berfungsi sebagai koreksi bagi pelaksanaan suatu penelitian.

  1. Daftar pustaka

Memuat semua referensi yang dipakai dalam kerja dan penulisan karya ilmiah.

  1. Lampiran

Bagian ini  berisi lembar tambahan berupa data penting yang telah diolah terlebih dahulu. Berfungsi sebagai pendukung

 

 

                       

Hasil penelitian ilmiah perlu dipublikasikan kepada pihak lain. Hal ini untuk menguji kebenaran ilmiah dan untuk memperleh pengakuan ilmiah secara luas. Pada umumnya, publikasi dilakukan secara tertulis.

About these ads

Tentang yogabudibhaktifisika

physics teacher
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s