MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR

Jurnal

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR

YOGA BUDI BHAKTI

(Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNJ)

Dosen Pembimbing I  : Dr. I Made Astra, M.Si

Dosen Pembimbing II : Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc

 

Abstrak

Pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran fisika dengan tingkat kesukaran soal berjenjang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan peneliti setiap akhir dari pemberian tindakan, untuk siklus pertama hasil rata-rata nilainya yang didapat X1 = 64,3 kemudian untuk siklus kedua rata-rata nilainya didapat X2= 63,5 dan untuk siklus ketiga hasil rata-rata nilainya didapat X3 = 72,4. Diharapkan dengan penelitian ini guru mulai membiasakan memberikan tugas  dengan tingkat kesukaran soal berjenjang sehingga nantinya akan meningkatkan hasil belajar fisika secara keseluruhannya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran fisika mampu untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa.

 

PENDAHULUAN

  1. 1.     Latar Belakang

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran fisika selama ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan metode latihan sudah cukup efektif dalam pembelajaran. Tetapi, sebagian besar siswa tidak mampu menganalisis dan menyelesaikan  masalah berupa soal serta tidak mampu memahami konsep yang baru dipelajari yang menyebabkan siswa dalam mengerjakan tugas atau latihan hanya menyalin dari teman yang dianggap pintar . Berdasarkan pengalaman mengajar dalam kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) menunjukkan bahwa hasil belajar untuk mata pelajaran fisika untuk aspek kognitifnya relatif rendah.

Pemberian tugas selama ini yang terjadi adalah guru jarang memberikan  tugas pada setiap akhir pertemuan, tugas jarang diperiksa oleh guru sehingga siswa tidak mengetahui sejauh mana ia dapat menguasai materi tersebut, guru jarang membagikan hasil tugas siswa sehingga motivasi belajar siswa rendah yang berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah pula.

Adanya fakta di atas, guru sebagai salah satu komponen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan hasil belajar, sudah seharusnya melakukan intropeksi dan melakukan perubahan-perubahan dalam dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup : faktor motivasi belajar, minat dan perhatian siswa pada pelajaran, sikap dan kebiasan siswa dalam belajar, ketekunan belajar siswa, keadaan sosial ekonomi orang tua dan faktor fisik serta faktor psikis siswa. Faktor eksternal mencakup : faktor kualitas pengajaran, yang meliputi : faktor kemampuan guru, karateristik kelas dan karateristik sekolah.

Untuk mengatasi persoalan di atas, agar hasil belajar fisika siswa dapat meningkat, maka seorang guru harus melakukan perubahan-perubahan atau penyempurnaan, salah satunya terhadap metode mengajar. Perubahan metode mengajar antara lain dengan menggunakan pemberian tugas secara terstruktur, akan mengharuskan siswa untuk melakukan latihan-latihan pemecahan soal. Dengan demikian siswa dituntut untuk memiliki kemampuan menganalisis dan menyelesaikan soal-soal fisika dengan sistematis serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari.

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini hanya akan mengkaji penggunaan metode pemberian tugas terstruktur dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika.

  1. 2.        Rumusan Masalah

 Permasalahan penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah kegiatan pembelajaran menggunakan metode pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar Fisika siswa ?”

  1. 3.        Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, maka tujuan umum penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika dengan metode pemberian tugas terstruktur .Tujuan khusus penelitian tindakan kelas ini memberikan informasi kepada guru mengenai metode pemberian tugas terstruktur dalam kegiatan pembelajaran fisika.

  1. 4.         Manfaat Penelitian

Manfaat teoritis yang diharapkan akan diperoleh dari penelitian ini antara lain untuk dapat memberikan informasi mengenai penggunaan metode pemberian tugas terstruktur dalam kegiatan pembelajaran fisika. Manfaat praktisnya yang diharapkan antara lain untuk dapat meningkatkan hasil belajar Fisika siswa serta untuk dapat meningkatkan kualitas pengajaran.

KAJIAN TEORI

  1. 1.        Pembahasan Teori

 

  1. a.      Hakikat Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan suatu kompetensi atau kecakapan yang dapat dicapai oleh siswa setelah melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang dan dilakasanakan oleh guru di suatu sekolah dan kelas tertentu. Kompetensi atau kecakapan yang dicapai oleh siswa dari kegiatan pembelajaran tersebut menurut Benyamin Bloom (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2002) akan mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

  1. b.      Metode Tugas Terstruktur

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunan tertentu. Metode sebagai suatu pola, sebagai cara penelitian dan sebagai alat (tool) untuk mencapai tujuan. Cara penelitian digunakan secara bervariasi, tergantung antara lain pada obyek (formal) ilmu pengetahuan, tujuan penelitian, dan tipe data yang akan diperoleh. Penentuan cara penelitian sepenuhnya tergantung pada logika dan konsistensi peneliti. Pemberian tugas terstruktur adalah salah satu metode.

Pemberian tugas terstruktur yang dimaksud adalah tindakan yang dapat membentuk watak siswa yang berasal dari guru terhadap suatu kewajiban yang harus dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.

Pemberian tugas terstuktur dan pemeriksaan tugas yang baik dan teratur akan membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran. Salah satu faktor dominan yang dapat mempengaruhi hasil belajar adalah siswa merasa bebas dan terbimbing dalam mengerjakan tugas terstruktur dari guru. Metode pemberian tugas terstruktur diharapkan akan mampu melatih keterampilan siswa mengerjakan soal-soal sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari.

Tujuan tugas terstruktur adalah memberikan siswa atau peserta didik pengalaman dalam belajar yang lebih mendalam dibanding saat sekarang yang hanya mengerjakan tugas-tugas dengan cara lama atau tradisional ((Gibson, Iain (2004). Structured Assignments Project. www.maths.gla.ac.uk/research/groups/mathed (24 maret 2009) : 2 hlm)). Format tugas terstruktur terdiri dari 2 atau 3 pertanyaan yang cukup panjang (pertanyaan itu bernilai 6-10 dalam sebuah ujian), setiap pertanyaan antara yang satu dengan yang lainnya diberikan jarak yang ditujukan untuk siswa menuliskan jawaban mereka.

Tugas terstruktur yang ada merupakan hasil dari sebuah rangkaian pelajaran yang akan membentuk atau membangun hasil ide, gagasan dan pikiran yang mandiri secara bertahap dimana proses itu dapat menunjukkan kepada siswa tentang bagaimana menghasilkan jawaban dengan benar.

Rangkaian perencanaan tugas terstruktur memiliki dua bagian yang penting. Pada bagian pertama diberikan solusi berupa panduan atau petunjuk untuk menyelesaikan tugas yang akan dikerjakan, dalam hal ini akan disediakan kertas kosong pada bagian belakang tugas yang diperuntukkan kepada siswa untuk menjawab atau mengerjakan tugas tersebut. Untuk melihat peningkatan kemampuan siswa, maka untuk tugas selanjutnya panduannya akan dikurangi jadi siswa hanya akan dipandu dengan mengingat kata-kata penting saja.

Pada bagian kedua akan mengevaluasi pelaksanaan tugas terstruktur dengan menggunakan hasil dari quesioner dan beberapa hasil analisis dari nilai tugas pertama siswa dapat diidentifikasikan beberapa kesulitan yang akan digunakan untuk jadi panduan dalam membuat atau mendesain tugas-tugas terstruktur berikutnya. 

  1. 2.        Kerangka Berpikir

Tinggi rendahnya pencapaian hasil belajar siswa pada pelajaran fisika, akan mencerminkan tingkat keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar seorang guru dapat menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan materi yang akan diberikan kepada siswa. Penggunaan metode pemberian tugas terstruktur merupakan salah satu metode pengajaran yang dapat diterapkan oleh guru dalam memberikan materi pelajaran, khususnya pada pelajaran Fisika agar siswa memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Penggunaan metode pemberian tugas secara terstruktur akan membiasakan siswa untuk mengerjakan latihan soal pada setiap pokok bahasan yang sudah dipelajari.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah salah satu bagian dari penelitian tindakan dengan tujuan meningkatkan efektivitas metode mengajar, pemberian tugas kepada siswa, penilaian siswa dan lain sebagainya ( Arikunto, 2002 : 85). Penelitian dilakukan dalam siklus-siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan tindakan, perlakuan, pengamatan dan refleksi dan seterusnya sampai ada perbaikan dan peningkatan yang akan dicapai. Model penelitian tindakan yang digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dari penelitian yang telah dilakukan didapat nilai rata-rata hasil belajar siswa  dalam pelajaran fisika terdapat penurunan dan kenaikan rata-rata nilai serta tidak adanya kenaikan dan penurunan jumlah siswa yang tuntas belajar secara inividu dari siklus 1 ke siklus 3. Kenaikan rata-rata nilai dan daya serap siswa dari siklus 2 ke siklus 3 dikarenakan adanya perbaikan proses belajar mengajar secara berkesinambungan selama proses belajar. Sementara itu, terjadinya penurunan rata-rata nilai dan daya serap pada siklus 1 ke siklus 2 dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Berikut tabel data hasil penelitian :

Tabel 2. Nilai rata-rata hasil belajar, jumlah ketuntasan belajar dan daya serap  siswa dalam belajar fisika

Komponen

Siklus 1

Siklus 2

Siklus 3

Rata-rata nilai

X1 = 69,4

X2 = 63,5

X3 = 72,4

Σ Tuntas

T1 = 13 (52%)

T2 = 13 (52%)

T3 = 13 (52%)

Σ Tidak tuntas

TT1 = 12 (48%)

TT2 = 12 (48%)

TT3 = 12 (48%)

Daya Serap

DS1 = 69,4

DS2 = 63,5

DS3 = 72,4

 

        Berikut grafik nilai rata-rata hasil belajar siswa setipa siklus :

 

Pada siklus pertama dan kedua, nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa masih rendah yaitu 64,3 dan 63,5. Berdasarkan  refleksi yang dilakukan pada siklus pertama dan  kedua, hal ini terjadi karena beberapa hal antara lain : siswa kurang teliti dalam mengerjakan tugas, siswa tidak terbiasa menulis jawaban secara runut atau terstruktur serta siswa kurang pengalaman belajar yang didapatkan oleh siswa dalam  memahami konsep dasar untuk menyelesaikan tugas atau soal yang diberikan dan waktu pelaksaanaan siklus kedua pada bulan Ramadhan sehingga ada pengurangan waktu belajar dari 1 jam pelajaran yang biasanya 50 menit menjadi 30 menit sehingga ada sebagian tujuan pembelajaran tidak tercapai.

Pada siklus ketiga, nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 72,4. Pada siklus ini guru memberikan pengalaman belajar yang lebih dengan memperbanyak contoh soal yang bervariasi sehingga siswa lebih memahami materi yang baru dipelajari, serta guru meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menyuruh siswa secara acak maju ke depan untuk mengerjakan soal yang diberikan. Dari perbaikan yang dilakukan dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dianalisis dengan peningkatan rata-rata nilai hasil belajar siswa.

KESIMPULAN

Kesimpulan hasil dari penelitian tindakan kelas ini adalah pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran fisika dengan tingkat kesukaran soal berjenjang dapat meningkatkan nilai rata-rata hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan peneliti setiap akhir dari pemberian tindakan, untuk siklus pertama hasil rata-rata nilainya yang didapat X1 = 64,3 kemudian untuk siklus kedua rata-rata nilainya didapat X2= 63,5 dan untuk siklus ketiga hasil rata-rata nilainya didapat X3 = 72,4. Diharapkan dengan penelitian ini guru mulai membiasakan memberikan tugas  dengan tingkat kesukaran soal berjenjang sehingga nantinya akan meningkatkan hasil belajar fisika secara keseluruhannya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Box, Illona (2003). Object-Oriented Analysis, Criterion Referencing, and Bloom. School of

Computing and Information TechnologyUniversity of Western Sydney. www.uws.edu.au/academic/assignment.pdf (24 maret 2009): 8 hlm

           

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka: Cipta.

Gibson, Iain (2004). Structured Assignments Project. MSOR Connections Nov 2004 Vol 4 No 4.

www.maths.gla.ac.uk/research/groups/mathed (24 maret 2009) : 2 hlm

 

Hasibuan, J.J, et all. 1994. Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya

Purwanto, M. Ngalim. 1986.Prinsip-prinsip Dan Teknik  Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remadja

Karya CV Bandung.

 

Tentang yogabudibhaktifisika

physics teacher
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR

  1. dyla berkata:

    klo boleh tau tugas terstruktur bku refrensinya ap ya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s