Praktikum Kimia

KESETIMBANGAN KOBALT KLORIDA

(KESETIMBANGAN KIMIA & SENYAWA KOMPLEKS)

 

Latar Belakang

          Unsur kobalt dapat membentuk senyawa dalam dua bilangan oksidasi yaitu +2 dan +3. Bilangan oksidasi +2 lebih umum. Ion Co2+ berwarna pink. Senyawa lain Cobalt (II) termasuk Co2+ anhidrat dan ion kompleks, umumnya berwarna.

          Jika larutan berair mengandung Cobalt (II) dan ion klorida, maka akan terbentuk ion CoCl42-, dalam kesetimbangan dengan ion pink Co2+.

 

     CoCl42- (aq)    ç>     Co2+ (aq)  + 4Cl-+

        Biru                          pink

 

Pada konsentrasi klorida yang lebih rendah, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan, dan larutan berwarna pink. Jika konsentrasi klorida berlebih , kesetimbangn cenderung bergeser ke kiri dan larutan cenderung berwarna biru.

 

Tujuan utama praktikum ini adalah untuk melihat pengaruh konsentrasi pada posisi kesetimbangan dalam larutan cobalt (II) yang mengandung ion klorida berlebih.

 

Bahan:

CoCl2.6H2O  , HCl pekat, air.

 

Alat:

Erlenmeyer, gelas ukur, timbangan, corong gelas, filler , tabung reaksi dan rak tabung atau spot plate, pipet tetes, pengaduk.

 

Prosedur:

  1. Timbang 3 gram padatan CoCl2.6H2O  dan larutkan dengan HCl pekat sebanyak 12 ml dengan bantuan corong gelas. Cuci dan bilas corong dengan air, dan tambahkan air lagi hingga 25 ml, lalu aduk.
  2. Siapkan spot plate atau beberapa tabung reaksi beserta rak tabung.  Beri label 1 sampai 12.
  3. Ambil sekitar 0,4 ml larutan biru ( larutan Co (II)), letakkan kedalam 10 tempat spot plate atau 10 tabung reaksi. Kosongkan untuk spot plate / tabung no 5 dan 9.
  4. Dengan pipet tetes tambahkan 1 tetes air kedalam masing masing spot / tabung no 2, 3 dan 4. Untuk no 6, 7 dan 8 dengan 2 tetes, sedangkan no 10, 11 dan 12 untuk 3 tetes. Aduk masing masing sampel.
  5. Untuk no 3, 7 dan 11. tambahkan 1 tetes HCl pekat.
  6. Untuk no 4, 8 dan 12, tambahkan sejumlah kecil kristal CoCl2.6H2O.
  7. Dengan batang pengaduk, aduk masing masing sampel.
  8. Cata warna untuk masing masing sampel.

 

 

REAKSI SUBSTITUSI TUNGGAL

 

Bahan dan Alat:

Seng, Aluminium foil, tembaga, CuSO4 0,1M ; AgNO3 0,1M ; ZnSO4 0,1M, HCl 1M

Spot plate, pipet tetes.

 

PROSEDUR.

1.  Beri label 1 sampai 8 pada spot plate.

2.  Letakkkan selembar kecil Zn ke dalam spot no 1, 3, 5 dan 7 ,

     dan Al ke no 2 dan 8,    

     serta Cu ke no 4 dan 6.

3. Tambahkan 10 tetes larutan ke dalam spot no :

          no. 1 dan no 2:  CuSO4

                no. 3 dan no. 4 : AgNO3

          no. 5 dan no. 6 : Pb(NO3)2

          no. 7 dan no. 8 : HCl

4. Catat perubahan warna atau gas yang dihasilkan.

5. Tulis persamaan kesetimbangan untuk reaksi yang terjadi.

6. Buat deretan order penurunan reaktivitas.

    (contoh: Zn(s)  + Cu2+(aq)   –à Cu(s)  +  Zn2+ (aq)  diimplikasikan sebagai Zn

      berada di atas Cu dalam deretan aktivitas)

 

 

REAKSI SUBSTITUSI GANDA

 

Bahan dan Alat :

NaCl 0,1M ; CuSO4 0,1M; AgNO3 0,1M ; Na3PO4 0,1M ; NaOH 0,1 M

Spot plate, pipet tetes.

 

PROSEDUR.

1.  Beri label 1 sampai 6 pada spot plate.

2. Berikan 10 tetes  :

          Larutan NaCl ke dalam spot no. 1 dan no 4

                Larutan NaOH ke dalam spot no. 2 dan no. 5

          Larutan Na3PO4. ke dalam spot no. 3 dan n0. 6

3. Tambahkan 10 tetes larutan CuSO4 ke dalam spot no 1, 2 dan 3; dan tambahkan   

    10 tetes  larutan AgNO3 ke dalam spot no 4, 5 dan 6.

4. Catat perubahan warna atau endapan yang terbentuk

5. Tulis persamaan kesetimbangan untuk reaksi yang terjadi.

    Jika tidak terjadi endapan , maka tidak terjadi reaksi.

 

 

 

 

 

 

INDIKATOR

 

Indikator digunakan untuk mengetahui keaadaan asam atau basa.

 Indikator dapat dibuat dari kubis ungu, ubi ungu, manggis, kunyit, bunga sepatu dll. Perubahan warna masing masing bahan indikator tsb dapat dilihat dengan menguji larutan bahan tsb dengan  penambahan asam  dan basa   tetes hingga terjadi perubahan warna, serta diukur ph untuk setiap perubahan warna.

Setelah itu masing masing indikator dapat diujikan terhadap masing masing bahan dan dilihat perubahan warna yg terjadi , pH serta menyatakan sebagai asam atau basa.

Warna

merah

merah

Merah-rose

rose

rose

ungu

ungu

Ungu-biru

biru

biru

Biru-hijau

u

hijau

hijau

kuning

pH

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

 

Beri label 1 sampai  8 pada tabung reaksi, lalu isikan masing masing larutan bahan sekitar 10 ml. Tambahkan sekitar 3 tetes indikator yang dibuat dari jus kubis atau indikator universal. Catat warna yang terjadi dan kira kira harga pH nya serta nyatakan sebagai asam atau basa.

BAHAN

WARNA

 pH

ASAM  / BASA

1. Lemon jus

 

 

 

2. Jeruk nipis

 

 

 

3. Soft drink

 

 

 

4. Cream of tartar

 

 

 

5. Pemutih pakaian

 

 

 

6. Baking Soda

 

 

 

7. Sprite

 

 

 

8. Deterjen

 

 

 

 

MENENTUKAN RANGE Ph INDIKATOR ALAM

 

Bahan dan Alat:

Beaker glass, corong gelas, kertas saring (saringan), pengaduk gelas, pemanas, air, alkohol, bahan indikator ( kubis ungu, kunyit, kulit manggis, bunga sepatu, dll)

Larutan asam (pH, 1,3,5,6) larutan basa (pH 8,9,10,11,12) larutan pH 7.

 

PROSEDUR:

1)   Potong kecil-kecil (blender) bahan untuk membuat indikator lalu masukkan dalam air yang mendidih, biarkan hingga dingin, lalu saring. Tambahkan alkohol dengan perbandingan (1 : 5)

2)   Deretkan 12 tabung reaksi dan beri label untuk pH 1 – 12

3)   Beri larutan asam dan basa sesuai pH nya sekitar 10 mL.

4)   Beri masing-masing tabung reaksi dengan 3 – 4 tetes larutan indikator yang akan di uji. Catat warna masing-masing tabung.

5)   Tuliskan range perubahan warna indikator dan pada pH berapa?

6)   Ulangi untuk larutan indikator lain.

7)   Kelompokkan mana yang termasuk indikator asam dan yang basa.

`

 

PENGARUH SUHU  DAN KATALISATOR TERHADAP

KECEPATAN REAKSI

(LAJU REAKSI)

 

 

Alat dan Bahan:

Tabung reaksi, Rak tabung, beaker gelas, pipet, pembakar bunsen, kaki tiga, kasa asbes. Stopwatch, penjepit tabung, termometer.

Asam Oksalat, H2C2O4 0,1 N dan 0,2 N ; Asam Sulfat H2SO4 0,5N ; KMnO4 0,1N; MnSO4 0,3N

 

PROSEDUR.

  1. Reaksi pada suhu kamar.
    1. Ukurlah suhu udara pada ruangan anda bekerja yang akan dipakai sebagai suhu kamar.
    2. Siapkan 2 tabung reaksi dan beri tanda A dan B
    3. Tambahkan 10 tetes larutan asam oksalat 0,1 N pada tabung A dan 10 tetes asam oksalat 0,2N pada tabung B.
    4. Tambahkan masing masing tabung reaksi 5 tetes Asam Sulfat 0,5N.
    5. Tambahkan juga masing masing tabung dengan 5 tetes KMnO4 0,1N
    6.  Catat waktu yang diperlukan sejak penambahan KMnO4 sampai warnanya hilang.

 

  1. Reaksi pada suhu  500 C
    1. Siapkan 2 tabung reaksi dan beri tanda A dan B
    2. Tambahkan 10 tetes larutan asam oksalat 0,1 N pada tabung A dan 10 tetes asam oksalat 0,2N pada tabung B.
    3. Letakkan kedua tabung reaksi dalam penangas air yang dibuat suhunya 500C
    4. Kemudian tambahkan masing masing tabung reaksi 5 tetes Asam Sulfat 0,5N.
    5. Tambahkan juga masing masing tabung dengan 5 tetes KMnO4 0,1N
    6.  Catat waktu yang diperlukan sejak penambahan KMnO4 sampai warnanya hilang.

 

 

  1. Reaksi pada suhu kamar dengan penambahan katalis. 
    1. Siapkan 2 tabung reaksi dan beri tanda A dan B
    2. Tambahkan 2 ml larutan asam oksalat 0,1 N pada tabung A dan 2 ml asam oksalat 0,2N pada tabung B.
    3. Tambahkan masing masing tabung reaksi 5 tetes Asam Sulfat 0,5N.
    4. Tambahkan juga masing masing tabung dengan 5 tetes KMnO4 0,1N
    5. Tambahkan 1 ml larutan MnSO4 0,3N pada kedua tabung reaksi.
    6.  Catat waktu yang diperlukan sejak penambahan MnSO4 sampai warnanya hilang.

 

 

 

 

PEMBUATAN TAHU

(PERCOBAAN DENATURASI PROTEIN DENGAN BERBAGAI ASAM)

 

BAHAN:

·        Kedelai kuning import  500 gram

·        Cuka masak ( yang dijual di pasar) / sitrunsur ( 4 gram

    sitrunsur ditambah air 100 cc) / air jeruk nipis / air nira

     (legen)

·        Air 4 liter

CARA PEMBUATAN:

·                    Kedelai kuning kering dibersihkan dari pengotor seperti kerikil, butiran tanah, kulit ataupun batang kedelai, kemudian dicuci dengan air hingga bersih.

·                     Kedelai yang telah dibersihkan direndam dalam air dengan perbandingan 1 : 2 (kedelai terendam) , selama 8 jam (maksimum, boleh 6 jam). Jika pakai air hangat waktu perendaman 2-3 jam. Jangan rendam dengan air yang terlalu panas, karena akan mengurangi protein (protein terdenaturasi)

·                    Pisahkan kulit ari kedelai dengan cara diremas remas, lalu buang kulit arinya , sehingga diperoleh kedelai yang bersih tanpa kulit ari. Cuci kembali kedelai hinggga bersih.

·                    Kedelai lunak yang telah diperoleh dtambah air ( 1 : 8),  yaitu 4 liter air untuk 500 gram kedelai, kemudian diblender atau digiling hingga menjadi bubur.

·                    Bubur kedelai yang diperoleh kemudian disaring untuk memisahkan ampas dari sari kedelai dengan bantuan kain saring/ kain blacu sambil diperas. Sari kedelai yang diperoleh, ditampung dalam wadah bersih.

·                    Sari kedelai yang terkumpul dimasak diatas api sambil diaduk pelan pelan hingga mendidih. Setelah itu angkat dan biarkan agak dingin (suhu 70 – 900C, suam-suam kuku) untuk dilakukan proses penggumpalan.

·                    Sari kedelai yang masih panas (suhu 70 – 900C) , lalu diberi bahan penggumpal (*) yaitu Cuka masak  sekitar 10 cc atau larutan sitrunsur 4% sedikit demi sedikit hingga terbentuk gumpalan diatas cairan sari kedelai dan  dibiarkan hingga mengendap kurang lebih 15 menit (Gumpalan ini menandakan bahwa tahu telah terbentuk). Setelah itu , cairan kedelai akan menjadi bening.

·                    Setelah itu saring atau tampung gumpalan tersebut pada kain blacu yang dibawahnya diberi cetakan  dan atau saringan. Kemudian lipat sisa kain hingga seluruh gumpalan tertutup dan beri pemberat diatasnya  sehingga sebagian cairan tahu akan keluar dan tahu yang dihasilkan  cukup keras. Biarkan tahu tersebut hingga 10 – 15 menit atau sampai tahu tidak hancur saat diangkat.

·                    Selanjutnya pemberat diangkat dan buka kain blacunya, maka akan diperoleh tahu , kemudian tahu yang sudah jadi direndam dalam air untuk menghilangkan sisa asam dari cuka atau sitrunsur.

·                    Limbah cair yang keluar dari sisa pengepresan dapat di buat nata de soya.

·                    Limbah padat/ ampas yang dihasilkan saat penyaringan bubur kedelai ( untuk mendapatkan sari kedelai), dapat di buat krupuk, bakso, campuran agar-agar dll.  

 

1.   (*) bahan penggumpal bisa diganti yang lain seperti air jeruk nipis yang diencerkan ( supaya terlalu masam / pH sangat asam), air nira (air legen), air kelapa yang diperam ( 1 gelas air kelapa + 1 sm gula , tutup, biarkan 12 jam).

2.   Jumlah bahan penggumpal yang digunakan tergantung kadar protein dalam kedelai, atau penambahan dihentikan jika larutan sari kedelai sudah tidak keruh). Dan biarkan hingga proses pengggumpalan sempurna.

3.   Untuk membuat tahu sutra, penggumpal yang digunakan adalah GDL (glucono Delta Lactone), yaitu 0,3 % GDL  (3 gram GDL untuk 1 liter larutan sari kedelai),

Caranya :

Sari kedelai yang telah dimasak hingga mendidih, lalul dinginkan hingga suhu 10 – 300C.

Tambahkan GDL (3 gram untuk 1 liter sari kedelai) dan aduk hingga rata, busa yang ada di hilangkan / dibuang.

Masukkan dalam kemasan plastik, lalu masukkan ke dalam air mendidih (90 – 950C) selama 30 menit.

Dinginkan tahu sutra dengan air dingin hingga dingin, lalu simpan dalam lemari pendingin.

4.   Untuk membuat Touwa :

·        Siapkan larutan GDL (3 gram GDL + 10 cc air) dan masukkan dalam wadah panci stenless.

·        Masukkan Sari kedelai (1 liter) yang telah di masak hingga mendidih ke dalam panci yang berisi GDL, jangan di aduk

·        Tutup dengan tutup panci yang telah dibungkus kain (supaya uap air tidak menetes) diamkan sekitar 1 jam

·        Touwa siap di makan dengan cara diserok lalu masukkan dalam air jahe manis ( 1 liter air + 1 kg gula + 1 ons jahe = daun pandan, masak)

5.   Untuk membuat susu kedelai:

·        Sari kedelai dibuat dengan perbandingan kedelai : air ( 1 : 10-14)

·        Sari kedelai yang diperoleh dimasak dengan di tambah gula+ pandan + sedikit garam, lalu masak sampai mendidih. 

.

 

 

PEMBUATAN KECAP DARI AMPAS TAHU

 

BAHAN :

·                Ampas kedelai ( dari 500 gram kedelai pada pembuatan tahu di atas)

·                Ragi tempe

·                Tepung beras

·                Garam tanpa yodium 18 % (450 gram untuk 500 gram kedelai dilarukan dalam air 2,5 liter lalu disaring)

·                Gula merah  5 kg ( ditambah sedikit air lalu dicairkan , 1 kg gula merah untuk 100 gram kedelai )  

·                Bumbu dapur ( laos, daun jeruk, daun salam, batang sereh, bawang putih goreng yang dihaluskan )

 

CARA PEMBUATAN:

1.    Ampas kedelai yang diperoleh dari pembuatan tahu dikukus selama 60 menit.

2.    Keluarkan ampas kedelai, lalu diperas lagi untuk mengeluarkan sisa air yang masih ada, sampai diperoleh ampas yang kering.

3.    Letakkan ampas yang sudak kering di atas nampah dan ditambah tepung beras (1 : 1) dan dicampur hingga rata, lalu biarkan hingga dingin.

4.    Tambahkan ragi kira kira  2 -3 sendok makan ( untuk 500 gram kedelai), aduk kembali hingga bercampur rata.

5.    tutup dengan daun pisang dan biarkan selama 3 hari dengan setiap harinya diaduk aduk ( proses fermentasi ).  Fermentasi berhasil jika permukaan ampas tahu telah ditutupi oleh jamur

6.    Setelah tiga hari. Siapkan larutan garam pindahkan kedalam baskom lalu campurkan ampas yang telah difermentasi pada langkah 5, dan aduk hingga rata. Biarkan campuran ini selama 7 hari dengan diaduk tiap harinya .

7.    Setelah tujuh hari, saring campuran tersebut untuk mendapatkan cairannya yang akan dibuat menjadi kecap.

8.    ukur jumlah cairan yang diperoleh, lalu tambahkan air bersih sejumlah cairan yang diperoleh lalu campur.

9.    Pindahkan cairan tersebut ( langkah 8) ke dalam wajan besar lalu didihkan.

10. Tambahkan larutan gula , serta bumbu bumbu yang ada.

11. Masak di atas api hingga mendidih dan sampai tidak berbentuk buih lagi.

12.Matikan api dan saring kecap yang sudah jadi. Hasil saringan yang diperoleh merupakan kecap yang siap dikemas.

 

Catatan:

1.  Penambahan gula merah untuk:

a. Kecap manis : tiap 1 liter hasil saringan membutuhkan 2 kg gula merah

b. Kecap asin : tiap 1 liter hasil saringan membutuhkan 2 ½ ons gula merah

2.  Pemberian jamur harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar

     tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.

3.  Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna.

      Bila tidak, jamur yang ditebarkan diatasnya akan mati.

 

 

 

PENGUJIAN FORMALIN DAN CARA PENGHILANGAN KADAR FORMALIN

 

ALAT:

Tabung reaksi, gelas beker, pipet volum, labu takar, erlenmeyer, pipet tetes, pengaduk, neraca analitik,  pemanas, blender,

 BAHAN

            Tahu, ikan, ayam , ikan asin, dan mie basah yang dibeli dipasar tradisional yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya formalin dalam makanan tersebut.

Beberapa bahan kimia yang digunakan dikelompokkan menjadi 2 bagian  yaitu bahan untuk test kualitatif dan kuantitatif.

  • Bahan test kualitatif meliputi larutan Fehling A+B , larutan nessler, asam sulfat 72%, aquades, formalin dan resorcinol
  • Bahan untuk penentuan kuantitatif meliputi asam sulfat , asam kromotropik, aquades dan kertas saring.

 

PROSEDUR  

 Pembuatan Larutan

Larutan Fehling A dan Fehling B:

Larutan Nessler

Larutan asam sulfat 72 % v/v

                Sebanyak 75mL asam sulfat  97 % v/v dimasukkan ke dalam labu ukur  100 mL ,diencerkan dengan air sampai tanda batas.

 

Preparasi Sampel

       Sampel diblender dengan sedikit air kemudian disaring. Filtrat yang diperoleh diuji secara kualitatif dan kuantitatif.

Uji kualitatif

§  Beberapa tetes filtrat ditambah dengan beberapa tetes larutan Fehling, dikocok kemudian dipanaskan. Uji formalin dinyatakan positif jika terbentuk endapan merah.

§  Beberapa tetes filtrat ditambah dengan beberapa tetes larutan Nessler. Uji formalin dinyatakan positif jika terbentuk endapan coklat kemerahan sampai abu-abu jika dibiarkan .

§  Beberapa tetes filtrat ditambah dengan sedikit padatan resorcinol , dikocok, kemudian ditetesi asam sulfat. Uji formalin dinyatakan positif jika terbentuk cincin merah diantara dua lapisan cairan, endapan putih berubah merah violet dalam lapisan air..

§  Beberapa tetes ditambah beberapa tetes pereagen kromotropik  kemudian dipanaskan maka akan terbentuk larutan berwarna ungu.

 

PEMBUATAN NATA

Bahan dan Alat

          Air kelapa / air nira (legen) / air cairan tahu (limbah cair tahu) / air sari nanas

          Gula pasir

          Urea / kecambah (diekstrak dengan air panas)

          Cuka masak

          Bibit nata

          Kertas pH universal

          Gelas ukur

          Baki untuk mencetak nata

          Kertas Koran yang sudah disetrika

          Tali raffia / selotip

         

Pembuatan larutan Starter.

   Nira / legen disaring dengan kain bersih lalu campur dengan ekstrak kecambah, gula pasir dan dimasak hingga mendidih. Kemudian campuran tersebut didinginkan pada suhu kamar, lalu ditambahkan kedalamnya asam cuka hingga pH sekitar 4,5. Setelah itu diinokulasikan biakan murni Acetobacter xylinum dan diaduk hingga rata, lalu pindahkan dalam toples pemeraman dan tutup dengan kertas steril. Simpan selama 5 – 6 hari hingga keluar lapisan putih tipis diatasnya. Larutan starter siap digunakan.

 

Pembuatan media fermentasi

   Media fermentasi dibuat dari nira / legen yang telah disaring dan ditambah gula ( jumlah gula yang ditambahkan divariasikan yaitu 75, 100 dan 150 gram per liter cairan ) dan ekstrak kecambah (250 ml  per liter cairan) sebagai sumber nitrogen, atau dapat diganti dengan urea 4%. Campuran kemudian direbus hingga mendidih selama 5 – 10 menit. Kemudian campuran tersebut dituangkan ke baki plastic yang telah disterilkan. Untuk mencegah pencemaran oleh mikroba, maka mulut baki ditutup dengan kertas yang disterilkan ( disetrika lebih dahulu). Suhu media / campuran diturunkan hingga 28 – 32oC atau kira kira 2 – 3 jam.

 

Inokulasi dan Fermentasi

   Sebelum media fermentasi diinokulasikan (diberi larutan starter atau biang nata), maka pH media diatur hingga 4  dengan asam asetat glacial atau asam cuka. Setelah itu media diberi larutan starter dan diaduk hingga rata, lalu mulut baki ditutup lagi dengan kertas steril. Kemudian dibiarkan / diperam selama 10,  14 hari dan 21 hari.

 

Proses pemanenan.

   Nata dapat dipanen setelah difermentasikan / diperam selama 10, 14 dan 21 hari. Lalu diukur ketebalan (cm)  lapisan putih / nata  yang terbentuk untuk setiap waktu pemeraman. Selanjutnya lembaran nata yang diperoleh direndam dalam air bersih hingga sisa asamnya hilang. Kemudian dipotong potong dan direbus. Nata yang sudah jadi dianalisa kandungan nutrisinya. Untuk memberikan rasa maka potongan nata dapat dicampur dengan larutan gula /sirup yang diberi essence kemudian dikemas dalam plastic atau gelas plastic.

 

1.     Sebuah trafo digunakan untuk menaikkan tegangan AC dari 12 V menjaDI 120 V. Hitunglah:

a.    kuat arus primer jika kuat arus sekunder 0,6 A

b.    jumlah lilitan sekunder, jika jumlah lilitan primer 300.

 

2.     Sebuah transformator dihubungkan dengan PLN pada tegangan 100 V menyebabkan kuat arus pada kumparan primer 10 A. Jika perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder 1 : 25, hitunglah:
a.   tegangan pada kumparan sekunder,

b.     kuat arus pada kumparan sekunder.

 

3.     Sebuah trafo step down digunakan untuk mengubah tegangan AC dari 220 V menjadi 20 V. Berapakah:

a.    perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder

b.    jumlah lilitan sekunder, jika jumlah lilitan primer 100?

 

4.     Hitung nilai resistansi dari resistor berikut:

a.    Kuning-Ungu-Emas-Perak

b.    Kuning-Merah-Hitam-Emas

c.    Jingga-Jingga-Merah-Emas

d.    Hijau-Hitam-Kuning-Perak

 

5.      

     

http://1.bp.blogspot.com/-nTByJVCWzBk/TdKGJZB36XI/AAAAAAAABGA/HTjsqfRspUk/s400/nilai-kapasitor.jpg


Perhatikan gambar Transistor di samping!

a.       Apakah Jenis Transistor gambar a?

b.      Apakah Jenis Transistor gambar b?

 

Berapakah nilai kapasitansi kapasitor yang terlihat pada gambar diatas?

6.     a)                               b)

https://encrypted-tbn1.google.com/images?q=tbn:ANd9GcSKtxp4tunwU6lPTOJaAyXrps_-w_e7djXwP7NYzBxtA8dS2UnRjg                    

https://encrypted-tbn1.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTsJ1PtTHxvcYakZu_po6wUyexh458IVt6ZBZyzGQc-qPO-Ra4XtQ  

 

7.    

 


A                      B                       C                          D                         E                   F                      G

 

https://encrypted-tbn0.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQ68P1ii-KYTwbQ67D5O8_2YEqnN8hKrNiajca_LPfw1t72knnm 

https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTUKlhDT0vU_A0YfDMQVMb_og_IOLUdF1igRUesYHoMKgTKZ4fN-w    

https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcR9bpb1l8eZo_oCwwnWMrZQ9VtFyx0RqaSSD5yrR3mIwWcZnRBygw    

https://encrypted-tbn0.google.com/images?q=tbn:ANd9GcSefbHavzUG5sqH6PGH1-J6Cjl1PI0c1HAkqiWLh-7HidrUZw50Dw  

https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcR0DuIPNdDIyd94Q2OyHE_5Urc5XSZ1voLIA1V4ygPggV3awiCiKw 

https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcS2Dcn8xziUKK251dUANoq-rL4PqU2tvj7ZnQ2eosB1q0-mV7kheg 

https://encrypted-tbn0.google.com/images?q=tbn:ANd9GcRi-6JoR3wamGAdBbWxTY-Od7est-HvlF7GvVJRyN0sMGM5Y-Q2vw 

 

      Sebutkan Nama Komponen Elektronika di atas!

About these ads

Tentang yogabudibhaktifisika

physics teacher
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s