Cari

AnakFisika

Apapun dan Dimanapun Anda Tetaplah Jadi Yang Terbaik

DAFTAR SEGERA UNTUK MENJADI GURU SM-3T PENDIDIKAN MENENGAH

Daftar Segera!

SUARAPGRIKemdikbud merupakan sebuah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat, serta pengelolaan kebudayaan.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipimpin oleh seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat, serta pengelolaan kebudayaan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kesempatan berkarir di dunia pendidikan dengan bergabung sebagai :

Guru SM-3T Pendidikan Menengah

Persyaratan :
1.  Warga Negara Indonesia dibuktikan dengan KTP / SIM yang masih berlaku.
2.  Sarjana dari program studi kependidikan minimal S-1 lulusan tiga tahun terakhir (2014, 2015, 2016) dari program studi terakreditasi minimal B yang sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran dan atau bidang keahlian yang dibutuhkan; pas foto berwarna, soft copy ijazah dan transkrip nilai di up load bersama borang pendaftaran dari sistem informasi yang ada.
3.  Usia maksimum 27 tahun per 31 Desember 2016.
4.  IPK minimal 3,00; dibuktikan fotokopi transkrip nilai yang telah disahkan (legalisasir).
5. Berbadan sehat; dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari klinik terdaftar / Puskesmas.
6. Bebas dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza)dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) serta Miras dari pejabat yang berwenang.
7. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polres/Polresta.
8. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti Program SM-3T yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 6000 rupiah.
9. Belum pernah mengikuti program SM-3T pada tahun sebelumnya, dan sanggup mengikuti program PPG yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.

Bukti persyaratan dari nomor 1 s.d. nomor 9 dibawa pada saat tes wawancara. Pada saat wawancara peserta juga diminta membawa contoh RPP yang harus dibuat sendiri (berdasar topik tertentu yang dipilih). Khusus lulusan tahun 2016 yang belum memiliki ijazah, dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang ditandatangani dan/atau diketahui Pembantu/Wakil Rektor Bidang Akademik, sedangkan ijazah dan transkrip nilai asli wajib ditunjukkan pada saat wawancara.

Berikut ini Program Studi yang dibutuhkan :
– Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan;
– Pendidikan Sejarah;
– Pendidikan Ekonomi;
– Pendidikan Geografi;
– Pendidikan IPS;
– Pendidikan Sosiologi dan Antropologi;
– Pendidikan Bahasa Indonesia;
– Pendidikan Bahasa Inggris;
– Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi;
– Pendidikan Biologi;
– Pendidikan Matematika;
– Pendidikan Fisika;
– Pendidikan Kimia;

– Pendidikan IPA;
– Pendidikan Teknik Bangunan;
– Pendidikan Teknik Mesin;
– Pendidikan Teknik Otomotif;
– Pendidikan Teknik Elektro/Ketenagalistrikan;
– Pendidikan Teknik Elektronika;
– Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Boga;
– Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Busana;
– Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Rias
– Pendidikan Luar Biasa;
– Pendidikan Guru Sekolah Dasar;
– Pendidikan Guru Anak Usia Dini;
– Bimbingan dan Konseling;
– Pendidikan Seni Budaya (Drama, Tari, Musik);
– Pendidikan Seni Rupa.

Jadwal Seleksi dan Rekrutmen SM3T
 
 
Pengiriman Lamaran
Bagi yang berminat dan memenuhi persyaratan, silakan melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi SM3T di bawah ini :
Catatan :
  • Pendaftaran dimulai 6 Juni 2016 pukul 07:00 WIB – 4 Juli 2016 pukul 23:59 WIB.
  • Rekrutmen Guru SM3T ini tidak dipungut biaya.
  • Setelah lulus program SM3T, peserta berpeluang besar menjadi CPNS
 
Demikian informasi yang kami bagikan, semoga bermanfaat, terima kasih.

Website Unindra

Pesan

Masalah perasaan memang lah saat membingungkan, tentang perbedaan pendapat antara naluri dan logika sering sekali terjadi.

Namun Ada beberapa hal yang sebenarnya kami (laki-laki) ingin sampaikan kepada kalian, yang namanya kini telah ada didalam dihati kami.

Dan terkadang kami pun ingin sesekali kalian (Perempuan) dapat mengerti apa yang tengah kami rasakan saat ini

1. Dari kami yang sebenarnya lebih dari sekedar mengagumi.

Terkadang kami pun bingung apa yang sebenarnya sedang kami rasakan ini, kami takut memiliki rasa yang lebih dari sekarang ini.

 

tapi kami pun tidak bisa berlama-lama berkelahi dengan perasaan kami, bahwa kenyataannya memang, kedekatan kita selama ini ternyata mulai membuat hati ini terpikat dengan perangai kalian. dan seiring berjalannya waktu, bukannya memudar justru rasa kagum ini menjadi lebih besar dan bermetamorfosis menjadi “Cinta”

Kami tak mau berlaku munafik, Tapi memiliki rasa sebesar ini terasa sangat membebani

2. Ketahuilah , disaat kami sedang usil menggangu kalian, sesungguhnya kami hanya ingin diperhatikan.

Sesungguhnya jiwa-jiwa nakal dan jail memang benar kami miliki, tapi seandainya kalian tahu, kami sering sekali mengeluarkan tingkah-tingkah konyol kami hanya agar dapat lebih dekat dengan kalian yg sedang kami cintai saat ini, kami rela bertingkah bodoh dan menjadi badut ejekan demi mendapatkan sebuah senyum lepas dari kalian.

terkadang kami pun rindu bila disaat-saat tertentu kalian sedang berada jauh dari kami, maka karena itu pula , kejailan kami ini sebagai isyarat bahwa kami memang merasa berat dengan beban rindu yang selama ini kami tanggung di punggung kami.

Kami rela melakukan hal apapun,  hanya demi mendapatkan senyum dari seseorang yang kami cintai

3. Terkadang kami pun memiliki rasa malu untuk berbicara jujur,

Rasa malu pun kami punya loh

Rasa malu pun kami punya loh via https://www.google.com

Dibalik tindak-tanduk kami yang aneh dan konyol, kami pun memiliki rasa malu yang sangat dominan bila dikaitkan dengan masalah hal perasaan.

terkadang dibandaing bebrbicara langsung dan jujur, kami lebih suka menyisipi perasaan yang tengah kami miliki ini didalam candaan dan guyonan yang kami lontarkan kepada kalian.

Untukmu Kehilangan Terasa Indah Karena Aku Tahu Itu Hanya Sementara.

kami lebih suka bungkam dan menyimpan rasa, karena rasa yang sesungguhnya itu letaknya dihati dan butuh keyakinan yang cukup untuk mengatakan bahwa kami ini ternyata benar mencintai.

dan sebagian dari kami hanya menyisipkan kode-kode aneh yang berisikan tentang rasa cinta kami yang benar-benar besar dan tulus dari hati

4. Disaat dengan keberanian yang mumpuni , kami pun merasa takut untuk kalian jauhi.

Seperti marathon, jalan yang harus kami tempuh pun ternyata sangatlah panjang dan kami pun harus meyakini hati lebih cepat dari yang lain,

kami pun merasa khawatir dimana ada lelaki yang lain mampu melakukannya lebih cepat dari yang sedang kami rencanakan.

dan selain memikirkan itu pun kami juga memikirkan hal yang sebenarnya sungguh kami takuti, setelah kami mengatakan cinta apa benar kalian akan mau menerima, semisal tidak, apa kalian masih mau untuk dekat dengan kami lagi. karena pada dasarnya kami ini terlalu takut bila muncul jarak diantara kita, dan mana mungkin lagi rindu ini dapat tertahan .

Bila kami ini belum sempurna.  jangan lah kalian pergi, perbaiki saja kami

5. Dan bagaimana pun kondisi kami, percaya lah kami ini selalu siap siaga untuk melindungi

Setelah timbulnya perasaan ini, sungguh sulit bagi kami untuk berlaku seperti biasa lagi. dengan naluri yang kami miliki , ternyata mampu mengubah persepsi dan jalan pikiran kami.

kami ingin selalu ada disaat kalian butuhkan dan kami pun ingin selalu menjaga kalian dari bahaya yang mungkin saja akan datang. seculun apapun kami, selugu apapun. kami selalu ingin bertingkah bak superhero yg selalu ada disaat kalian butuhkan.

Cinta Tak Pernah Salah, yang Salah Kau yang Membiarkan Cinta!

Ya begitu deh kami, kami pun juga tidak berhenti berharap kalian mampu mengerti apa yang sedang kami rasakan kali ini.

Ketahuilah perempuan, kami ini selalu ingin menjadi seseorang yg sungguh berarti dikehidupan kalian,

EFEK DOPPLER DAN GELOMBANG KEJUT

Mungkin Anda pernah melihat bagaimana suara klakson  kendaraan berubah ketika kendaraan bergerak melewati Anda. Frekuensi suara yang Anda dengar saat kendaraan mendekati Anda lebih tinggi dari frekuensi yang Anda dengar ketika bergerak menjauh dari Anda. Pengalaman ini adalah salah satu contoh dari efek Doppler.
Untuk melihat apa yang menyebabkan perubahan frekuensi, bayangkan Anda berada di perahu yang berada di jangkar di laut tenang di mana gelombang memiliki periode T = 3,0 detik. Oleh karena itu, setiap 3,0 detik puncak gelombang menghantam perahu Anda. Gambar 17.8a menunjukkan situasi ini, dengan gelombang air bergerak ke kiri. Jika Anda mengatur jam anda t = 0 hanya sebagai salah satu hantaman gelombang, jam terbaca 3,0 detik saat gelombang air menghantam berikutnya, 6,0 s ketika hantaman ketiga, dan seterusnya. Dari pengamatan tersebut, Anda menyimpulkan bahwa frekuensi gelombang f = 1/T = 1/(3,0 s) = 0,33 Hz. Sekarang anggaplah Anda memulai motor Anda dan kepala langsung ke ombak yang melaju seperti pada Gambar 17.8b. Sekali lagi Anda mengatur jam Anda ke t = 0 ketika ombak menghantam bagian depan (busur) dari perahu Anda. Sekarang, bagaimanapun, karena Anda bergerak menuju puncak gelombang berikutnya ketika bergerak ke arah Anda, hantaman Anda kurang dari 3,0 detik setelah hantaman pertama. Dengan kata lain, periode yang Anda amati lebih pendek dari periode 3.0-s saatAnda mengamati ketika Anda diam. Karena f = 1/T, Anda mengamati gelombang dengan frekuensi yang lebih tinggi daripada ketika Anda berada dalam keadaan diam.

Jika Anda berbalik dan bergerak ke arah yang sama seperti gelombang (Gambar 17.8c), Anda mengamati efek sebaliknya. Anda mengatur jam Anda ke t = 0 ketika puncak gelombang menghantam bagian belakang (buritan) perahu. Karena Anda sekarang bergerak menjauh dari puncak berikutnya, lebih dari 3,0 detik telah berlalu pada jam tangan Anda pada saat puncak menemukan Anda. Oleh karena itu, Anda mengamati frekuensi yang lebih rendah daripada ketika Anda berada dalam keadaan diam.

Efek ini terjadi karena kecepatan relatif antara perahu Anda dan gelombang yang tergantung pada arah perjalanan dan pada kecepatan perahu Anda. Ketika Anda bergerak ke arah kanan pada Gambar 17.8b, kecepatan ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan gelombang, yang mengarah pada pengamatan frekuensi meningkat. Ketika Anda berbalik dan bergerak ke kiri, kecepatan relatif lebih rendah, seperti frekuensi yang diamati dari gelombang air.

Mari kita sekarang memeriksa situasi analog dengan gelombang suara di mana gelombang air menjadi gelombang suara, air menjadi udara, dan orang di atas kapal menjadi pengamat yang mendengarkan suara. Dalam hal ini, pengamat O bergerak dan sumber S suara stasioner. Untuk mempermudah, kita asumsikan udara juga stasioner dan pengamat bergerak langsung menuju sumber (Gambar  17.9). Pengamat bergerak dengan kecepatan vo menuju sumber titik stasioner (vs = 0), di mana sarana stasioner saat istirahat sehubungan dengan media, udara.

Jika sumber titik memancarkan gelombang suara dan medium adalah seragam, gelombang bergerak pada kecepatan yang sama dalam segala arah radial jauh dari sumber, hasilnya adalah gelombang bola seperti yang disebutkan dalam Pasal 17.3. Jarak antara muka gelombang yang berdekatan sama dengan panjang gelombang l. Dalam Gambar 17.9, lingkaran adalah persimpangan dari muka gelombang tiga dimensi dengan kertas dua dimensi.

Kita mengambil frekuensi dari sumber pada Gambar 17.9 menjadi f, panjang gelombang menjadi l, dan kecepatan suara menjadi v Jika pengamat juga stasioner, ia akan mendeteksi muka gelombang pada frekuensi f. (Artinya, ketika v0 = 0 dan vs = 0, frekuensi yang diamati sama dengan frekuensi sumber.) Ketika pengamat bergerak menuju sumber, kecepatan gelombang relatif terhadap pengamat adalah v’ = v + vo, seperti dalam kasus dari perahu pada Gambar 17.8, tapi l panjang gelombang tidak berubah. Oleh karena itu, menggunakan Persamaan 16,12, v = lf, kita dapat mengatakan bahwa frekuensi f’ didengar oleh pengamat meningkat dan diberikan oleh:

f’= v’/l = (v + v0)/l

Karena l = v/f, kita dapat mengekspresikan f’ sebagai:

(pengamat bergerak menuju sumber)             (17.15)

Jika pengamat bergerak menjauh dari sumber, kecepatan gelombang relatif terhadap pengamat adalah v’ =  v – v0. Frekuensi didengar oleh pengamat dalam hal ini menurun dan diberikan oleh:

(pengamat bergerak menjauh dari sumber)     (17.16)

Kedua persamaan terakhir dapat dikurangi menjadi satu persamaan dengan mengadopsi konvensi tanda. Setiap kali seorang pengamat bergerak dengan kecepatan vo relatif terhadap sumber stasioner, frekuensi didengar oleh pengamat diberikan oleh Persamaan 17.15, dengan vodiartikan sebagai berikut: nilai positif diberikan v0 ketika pengamat bergerak menuju sumber, dan Nilai negatif diberikan ketika pengamat bergerak menjauh dari sumber.

Sekarang anggaplah sumber adalah bergerak dan pengamat sedang diam. Jika sumber bergerak langsung ke arah pengamat A pada Gambar 17.10a, setiap gelombang baru dipancarkan dari posisi di sebelah kanan asal gelombang sebelumnya. Akibatnya, muka gelombang didengar oleh pengamat yang lebih dekat bersama-sama daripada jika sumber tidak bergerak. (Gambar. 17.10b menunjukkan efek ini untuk gelombang bergerak di permukaan air.) Akibatnya, panjang gelombang l’ diukur dengan pengamat A lebih pendek dari panjang gelombang l dari sumber. Pada setiap getaran, yang berlangsung selama interval waktu T (periode), sumber bergerak dengan jarak vsT = vs/f dan panjang gelombang disingkat dengan jumlah ini. Oleh karena itu, panjang gelombang yang diamati l’ adalah:

l’ =l – ∆l = l -vs/f

Karena l = v/f, frekuensi f’ yang didengar oleh pengamat adalah:

(sumber bergerak menuju pengamat)                (17.17)

Artinya, frekuensi yang diamati meningkat setiap kali sumber bergerak menuju pengamat.

Ketika sumber bergerak menjauh dari pengamat stasioner, seperti halnya untuk pengamat B pada Gambar 17.10a, pengamat mengukur panjang gelombang l’ (lamda aksen) yang lebih besar dari l (lamda) dan frekuensi yang terdengar menurun:

(sumber bergerak menjauh dari pengamat)           (17.18)

Kita dapat mengekspresikan hubungan umum untuk frekuensi yang diamati ketika sumber bergerak dan pengamat adalah saat diam sebagai Persamaan 17.17, dengan konvensi tanda yang sama diterapkan untuk vs seperti yang diterapkan pada vo: nilai positif diberikan vsketika sumber bergerak terhadap pengamat, dan nilai negatif diberikan ketika sumber bergerak menjauh dari pengamat.

Akhirnya, menggabungkan Persamaan 17.15 dan 17.17 memberikan hubungan umum berikut untuk frekuensi yang diamati yang meliputi empat kondisi yang dijelaskan oleh Persamaan 17.15 melalui 17.18:

(17.19)

Dalam ungkapan ini, tanda-tanda untuk nilai menggantikan v0 dan vs tergantung pada arah kelajuan. Sebuah nilai positif digunakan untuk gerak pengamat atau sumber yang bergerak kearah yang lainnya (terkait dengan peningkatan frekuensi yang diamati), dan nilai negatif digunakan untuk gerakan dari satu ke satu yang lain (yang berhubungan dengan penurunan frekuensi yang diamati).

Meskipun efek Doppler paling biasanya berpengalaman dengan gelombang suara, itu merupakan fenomena umum untuk semua gelombang. Misalnya, gerak relatif sumber dan pengamat menghasilkan pergeseran frekuensi gelombang cahaya. Efek Doppler digunakan dalam sistem radar polisi untuk mengukur kecepatan kendaraan bermotor. Demikian juga, para astronom menggunakan efek untuk menentukan kecepatan bintang, galaksi, dan benda-benda langit lainnya relatif terhadap Bumi.

Gelombang Kejut

Sekarang perhatikan apa yang terjadi ketika kecepatan sumber vs melebihi kecepatan gelombang v Situasi ini digambarkan secara grafis pada Gambar 17.11a. Lingkaran mewakili muka gelombang bola yang dipancarkan oleh sumber pada berbagai waktu selama gerakannya. Pada t = 0, sumbernya di s0 dan bergerak ke arah kanan. Pada waktu kemudian, sumbernya di S1, S2 dan seterusnya. Pada waktu t, muka gelombang berpusat di S0 mencapai radius vt. Dalam interval waktu yang sama, sumber bergerak dengan jarak vst. Perhatikan pada Gambar 17.11a bahwa garis lurus dapat ditarik menyinggung semua muka gelombang yang dihasilkan pada berbagai waktu. Oleh karena itu, dari muka gelombang adalah kerucut yang puncaknya setengah-sudut q (theta) (“Sudut Mach”) diberikan oleh:

sin q = vt/vst  = v/vs

Rasio vs/v disebut sebagai bilangan Mach, dan gelombang depan kerucut dihasilkan ketika vs > v (kecepatan supersonik) dikenal sebagai gelombang kejut. Sebuah analogi menarik untuk gelombang kejut adalah muka gelombang berbentuk V yang dihasilkan oleh perahu (gelombang busur) ketika kecepatan perahu melebihi kecepatan gelombang air permukaan (Gambar 17,12).

 




Pesawat jet bepergian pada kecepatan supersonik menghasilkan gelombang kejut, yang bertanggung jawab atas kerasnya “dentuman sonic” orang yang mendengar. Gelombang kejut membawa banyak energi yang terkonsentrasi pada permukaan kerucut, dengan variasi tekanan Sejalan besar. Gelombang kejut tersebut menyenangkan untuk mendengar dan dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan ketika pesawat terbang supersonica pada ketinggian rendah. Bahkan, sebuah pesawat terbang dengan kecepatan supersonik menghasilkan ledakan ganda karena dua gelombang kejut terbentuk, salah satu dari hidung (bagian depan) pesawat dan satu dari ekor. Orang-orang dekat jalan pesawat ruang angkasa seperti itu meluncur menuju titik pendaratan sering melaporkan mendengar apa yang terdengar seperti dua retakan spasi yang sangat erat dengan guntur (Serway,2010:497-502).

Soal Pembahasan OSN Fisika SMP tahun 2014

Soal No. 1

Mamat mengukur volume sebuah bejana menggunakan sebuah cangkir kecil yang volumenya 125 cm3. Bejana penuh setelah diisi dengan duapuluh setengah cangkir. Penulisan pengukuran yang benar adalah….
A. 2562,5 cm3
B. 2,56 × 103 cm3
C. 2563 cm3
D. 2,56 × cm−3
Pembahasan

125 (3 angka penting)
20,5 (3 angka penting)

Sesuai aturan perkalian angka penting, hasil perkalian kedua bilangan memiliki banyak angka penting sebanyak 3, sehingga:
125 × 20,5 = 2562,5 (masih 5 angka penting), dengan notasi ilmiah dan pembulatan 3 angka pentingnya adalah: 2,56 × 103
Jawab: B

Soal No. 2

Gambar di samping menunjukkan pembacaan skala mikrometer sekrup ketika digunakan untuk mengukur diameter luar suatu tabung. Diameter luar tabung tersebut adalah…

A. 4,59 mm
B. 4,60 mm
C. 4,61 mm
D. 4,62 mm

Pembahasan

Bacaan mikrometer yang benar adalah 4,5 + 0,11 = 4,61 mm
Jawab: C.

Soal No. 3

Perhatikan tabel berikut!

No. Besaran Satuan
1. Suhu Kelvin
2. Massa Gram
3. Waktu Sekon
4. Panjang Meter

Besaran dan satuan yang benar menurut Sistem Internasional (SI) pada tabel di atas ditunjukkan oleh nomor….
A. 1 dan 3
B. 1 dan 4
C. 1, 2, dan 3
D. 1, 3, dan 4

Pembahasan

1 benar, 2 salah (harusnya kg), 3 benar, 4 benar, jawaban yang benar D. 1, 3, dan 4.

Soal No. 4

Daya dapat dinyatakan dengan satuan….
A. kg m2 s-2
B. kg m2 s-3
C. g cm2 s-1
D. g cm s-3

Pembahasan Daya adalah energi per satuan waktu:
= (kg m2 / s2 ) : s
= kg m2 / s3 = kg m2 s-3 (B)

Soal No. 5

Perhatikan tabel di samping ini.

Pilihan Besaran Kelompok Besaran Satuan
1 Laju Vektor m/s
2 Perpindahan Vektor m
3 Berat Vektor newton
4 Percepatan Skalar m/s2

Dari tabel di samping ini pilihan yang benar ditunjukkan oleh nomor….
A. 1 dan 4
B. 1 dan 2
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4

Soal No. 6

Badu melempar bola lurus ke arah Amir yang memegang pemukul. Badu dan Amir terpisah sejauh 10,08 m. Bola dilempar mendatar dan bergerak lurus dengan laju tetap 20,0 ms-1 (abaikan gravitasi). Amir memukul bola 4,00 × 10-3sekon setelah bola dilempar. Jika pemukul bergerak dengan laju konstan 5,00 ms-1, bola dikenai oleh pemukul setelah bola bergerak sejauh….
A. 10,00 m
B. 8,08 m
C. 9,00 m
D. 8,50 m

Pembahasan

Misal waktu yang diperlukan bola adalah saat bertemu pemukul t, hingga waktu dari pemukul adalah (t – 0,004)

Jarak saat bertemu S1 untuk bola, dan S2 untuk pemukul.

S1 + S2 = 10,08
20t + 5(t – 0,004) = 10,08
20t + 5t – 0,02 = 10,08
25t = 10,10
t = 0,404 s

Hingga jarak tempuh bola adalah:
20t = 20(0,404) = 8,08 m (B)

Soal No. 7

Ita dan Ani mendorong sebuah mainan di lantai licin dengan garis kerja yang sama. Ita mendorong dengan gaya 5,70 N. Jika massa mainan 2,00 kg dan ternyata mainan mengalami percepatan 2,00 ms-2, maka besar dan arah gaya yang dilakukan Ani adalah…
A. 1,70 N dan arahnya berlawanan dengan gaya dorong Ita.
B. 1,70 N dan searah dengan gaya dorong Ita.
C. 2,30 N dan arahnya berlawanan arah dengan gaya dorong Ita.
D. 2,30 N dan searah dengan gaya dorong Ita.

Pembahasan

percepatan a = 2, dari pilihan A:
a = ΣF / m
a = (5,70 – 1,70) / 2
a = 2 m/s2  (A)

Soal No. 8

Seorang siswa ingin menentukan tinggi sebuah gedung dengan melepaskan batu dari atap gedung. Jika waktu yang diperlukan untuk sampai di tanah adalah 3 sekon dan percepatan gravitasi bumi = 10 m s-2, maka tinggi gedung adalah….
A. 15 m
B. 20 m
C. 30 m
D. 45 m

Pembahasan

Gerak jatuh bebas, tinggi gedung:
S = vot + 1/2 gt2
S = 0 + 1/2 (10)(3)2 = 45 m (D)

Soal No. 9

Suatu gerak lurus memenuhi grafik kelajuan fungsi waktu seperti gambar di bawah ini.

Menurut grafik itu selang waktu ketika benda bergerak lurus beraturan dan selang waktu ketika mengalami percepatan terbesar adalah….
A. antara 0 dan t1, dan antara t1 dan t2
B. antara t1 dan t2, dan antara t2 dan t3
C. antara t2 dan t3, dan antara t1 dan t2
D. antara 0 dan t1, dan antara t2 dan t3

Pembahasan

GLB ditunjukkan selang t1 dan t2 (B).

Soal No. 10

Sebuah pesawat terbang bergerak mendatar dengan kecepatan 50 ms-1. Pada saat pesawat berada pada ketinggian 2 km, seseorang di pesawat tersebut menjatuhkan sebuah benda. Gerak benda tersebut menurut pengamat di bumi adalah….
A. gerak jatuh bebas
B. gerak melayang
C. gerak mendatar
D. gerak parabola

Pembahasan

Lintasan benda berupa gerak parabola, yaitu gabungan dari gerak jatuh bebas pada arah vertikal dan gerak lurus beraturan pada arah horizontal. (D)

Sumber: http://fisikastudycenter.com/olimpiade-fisika/361-soal-pembahasan-osn-fisika-smp-tahun-2014-kabupaten-kota

Rumus Kuat Medan Magnetik Kelas 12 SMA

Rumus Kuat Medan Magnet Kawat Lurus Panjang
B = kuat medan magnetik (T)
a = jarak titik dari kawat (m)
i = kuat arus listrik (A)
μo = 4π x 10−7dalam satuan standard

Rumus Kuat Medan Magnet Kawat Melingkar
B = kuat medan magnetik (T)
a = jari-jari lingkaran yang terbentuk oleh kawat (m)
i = kuat arus listrik (A)
μo = 4π x 10−7dalam satuan standard

Rumus Kuat Medan Magnet Bagian Kawat Melingkar Sudut α
B = kuat medan magnetik (T)
a = jari-jari lingkaran yang terbentuk oleh kawat (m)
i = kuat arus listrik (A)
μo = 4π x 10−7dalam satuan standard

Kawat Melingkar N Lilitan
B = kuat medan magnetik (T)
a = jari-jari lingkaran yang terbentuk oleh kawat (m)
i = kuat arus listrik (A)
N = banyaknya lilitan
μo = 4π x 10−7dalam satuan standard

Glossaries
T = tesla
A = ampere
m = meter
Wb = weber

Fisika Study Center
Rumus Kuat Medan Magnet Solenoida bagian Tengah
B = kuat medan magnetik (T)
L = panjang solenoida (m)
i = kuat arus listrik (A)
N = jumlah lilitan solenoida
μo = 4π x 10−7dalam satuan standard

Rumus Kuat Medan Magnet Solenoida bagian Ujung / Tepi
B = kuat medan magnetik (T)
L = panjang solenoida (m)
i = kuat arus listrik (A)
N = jumlah lilitan solenoida
μo = 4π x 10−7dalam satuan standard

Rumus Kuat Medan Magnet Toroida
B = kuat medan magnetik (T)
a = jari-jari efektif toroida (m)
i = kuat arus listrik (A)
N = jumlah lilitan toroida
μo = 4π x 10−7dalam satuan standard

Glossaries
1 Wb / m2 = 1 T

Sumber: Fisika Study Center

Makna Rumus Fisika dalam Kehidupan

Fisika seringkali menjadi momok bagi banyak orang. Namun, bila Anda selami dengan lebih dalam, ternyata rumus-rumus fisika sederhana sarat dengan makna,  inilah contoh2nya :

  1. Hukum Gravitasi Newton

Gaya=massa x percepatan gravitasi

Rumus ini mengingatkan Anda untuk tetap menginjakkan kaki di bumi meskipun Anda dalam keadaan sangat senang karena bila Anda melompat terlalu tinggi karena kegirangan, Anda akan tetap ditarik kembali ke bumi, rendah hatilah dalam keadaan apapun.

  1. Hukum Tekanan Pascal

Tekanan=Gaya/Luas Daerah Ketika Anda sedang tertekan, jangan biarkan hati Anda yang menanggung keseluruhannya. Berbagilah dengan bagian tubuh Anda yang lainnya sehingga luas daerah semakin besar dan tekanan dalam diri Anda berkurang.

  1. Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Energi total= Energi kinetik + Energi potensial

Dalam mewujudkan impian Anda, Anda hanya memiliki dua pilihan : terus melakukan gerak atau tetap diam. Semakin besar energi gerak Anda, ke”diaman’ Anda akan berkurang. Lakukan bukan menunggu!

  1. Usaha

Usaha= Gaya x Perpindahan

Usaha adalah hasil kali gaya Anda dan perpindahan yang Anda capai. Seberapa besar pun gaya yang Anda berikan, namun bila Anda tidak semakin maju, maka usaha Anda adalah nol.

  1. Hukum Energi Einstein

Energi= massa x kecepatan cahaya kuadrat

Sadar ataupun tidak sadar, Anda telah dianugerahkan cahaya dalam diri Anda. Tingkatkan bobot tekad dan “usaha” Anda, maka Anda akan memperoleh energi yang luar biasa besarnya (pangkat 16 ke atas).

  1. Gaya gesek adalah salah satu gaya dalam fisika dimana gaya ini terjadi apabila dua buah benda saling bersentuhan dan salah satu dari benda ini diberi gaya. Apabila tidak ada gaya yang diberikan maka tak mungkin terjadi gaya gesek. Sama dengan hakikat manusia bahwa manusia adalah makhluk social. Bayangkan manusia adalah benda pertama dan benda kedua adalah suatu pekerjaan yang berat. Agar terjadi gaya gesek antara kedua benda ini, maka ada pihak lain yang harus memberikannya gata atau sama apabila seseorang manusia dapat mengerjakan suatu pekerjaan berat maka harus ada yang menolongnya entah itu dalam bentuk apapun. Oleh karena itu dapat kita berpikit bahwa seorang manusia adalah makhluk social, tanpa ada bantuan dari pihak lain dalam mengerjakan suatu pekerjaan, yakin dan percaya terdapat kesulitan dalam mengerjakannya. Ingat, utamakan kerjasama dari pada individualistis, tapi jangan utamakan kerjasama pada saat ujian.

 

7. G erak Parabola

Hidup yang dimulai dari titik 0 naik dan berarak membentuk sebuah sudut elevasi tertentu (semakin menuju 45 derajat, semakin menuju pada sebuah keselarasan hidup, dimana relasi antara sesame manusia dan sang pencipta seimbang). Pada gerak parabola, ada titik dimana kita naik dan ada pula titik dimana kita akan jatuh. Hiduplah pada sudut 45 derajat. Itu adalah kehidupan yang penuh dengan keseimbangan antara Hidupmu dan TuhanMu. Kebanyakan dari kita menggunakan gerak parabola ini dalam kehidupan. Just sweet beginning but better ending.

  1. Gerak Lurus Berubah Beraturan

Hidup yang dimulai dari sebuah kecepatan yang tak tentu. Mungkin dari nol atau mungkin dari atas. Kehidupan seperti GLBB ini dibagi menjadi 2 macam: yang satunya adalah GLBB diperlambat adalah ketika kita berada dalam tempat teratas. Kehilangan keseimbangan emosi kita dan pada akhirnya jatuh menyentuh tanah samapi kita temukan titik nol (0) akibat adanya percepatan gravitasi yang turut menyeret kita ke dalam pusaran bumi. Atau apakah kita memiliki GLBB dipercepat? Hidup yang dimulai dari titik nol (0) kemudia berarah naik menempati titik tertinggi. Mungkin susah bagi kita untuk melawan percepatan gravitasi yang ada, tapi ada Tuhan. That’s the point. He is holding our hand. Di dalam GLBB dipercepat terdapat sebuah proses yang amat berat untuk naik ke atas. Namun yakinlah bahwa proses out yang membuat kita indah. Kehidupan ini seperti GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan). Hasil atau kenyataan yang akan kita peroleh mendatang atau saat ini adalah usaha/kerja yang kita lakukan dikalikan dengan waktu yang kita tempuh. Karena itu hiduplah seperti rumus “percepatan (a)” dalam Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dan bukan rumus Gerak Lurus Beraturan (GLB), dimana rumus GLB, tidak ada nilai perubahan kecepatan, dengan kata lain kecepatannya tetap atau konstan, sehingga nilai percepatannya nol. Itu sama artinya seorang tak maju-maju dalam hidupnya. Terus menerus dalam keadaan yang sama sepanjang waktu. Pada rumus GLBB, dikenal pula istilah “perlambatan ( nilai percepatannya minus). Rumus ini pun jangan ditiru, karena nilai minus muncul akibat kecepatan akhir yang dilakukaan lebih kecil dari pada kecepatan awal (∆v = Vt – Vo). Ini sama artinya seorang mengalami kemunduran dalam hidupnya.

  1. Cermin Datar

Cermin awalnya terbuat dari kepingan atau lembaran logam mengkilap. Biasanya logam perak atau tembaga apabila bayangan yang dipantulkan kembali adalah untuk dilihat tetapi juga bisa dari logam lain apabila hanya digunakan untuk memfokuskan cahaya kepantulan pelapisan cermin bergantung pada panjang gelombang cahaya dan juga pada logam itu sendiri. Hal ini digunakan dalam kerja optic untuk menghasilkan cermin sejuk dan panas. Cermin dapat memantulkan 90 % hingga 95 % dari cahaya yang dating. Pemantulan cermin dapat teratur. Hubungannya dengan kehidupan adalah bila kita seorang manusia yang ingin bermanfaat bagi orang lain, contoh yang dapat diikuti adalah sebuah benda yang bernama cermin. Menurut saya, cemrin memiliki makna yang dalan yaitu “apabila kita berbuat sesuatu yang baik maupun buruk maka pada akhirnya akan kembali juga pada diri kita” karena seperti itulah sifat cermin datar yang dimana apabila sebuah sinar yang dating, maka sinar yang dipantulkan sama dengan sinat yang dating atau sudut datang cahaya sama dengan sudut pemantulannya.

  1. Rumus Fisika memiliki makna yang dalam mengenai kehidupan, Mengenai Usaha(W) = F (gaya) . s (perpindahan) , dimana Sebesar apapun Gaya (F) nya kalau s nya 0 ,maka Usaha dianggap sia2 (nol), begitu juga kehidupan, berbagai kebaikan lakukan utk kebaikan kepada Orang lain, akan tetapi kita sendiri tidak keamajuan sama sekali), maka Usaha kita bisa dikatakan sia2..so.. ada agi rumus yg bikin Kita menjadi mahasiswa berkarakter check’dot..KOnon yang Paling Sulit yg dilakukan adalah menjaga kontunuitas komitmen atau dalam beribadah atau Organisasi atau melakukan sesuatu kebaikan KOmitmen akan hadir kalau kita merasakan “nilai kebutuhan“Lantas “RUMUS KEBUTUHAN” apa??? RUMUS Kebutuhan= “Kita Mendapatkan atau Mengetahui Nilai Manfaat dari aktivitas yg kta lakukan” (inspirasi Menjaga Komitmen) sering kita mengucapkan “Kita tidak wajib makan tapi kita butuh makan”, kita akan memenuhi kebutuan tsb kapanpun, dan dimanapun berada. so…kalau kita ingin ttp komitmen atau istiqomah dalam melakukan kebaikan, maka capailah nilai kebutuhan dengan mengetahui nilai manfaat yg kita lakukan.semoga kita termasuk Insan yg Pintar dalam mengetahui nilai kebutuhan suatu kebaikan,, Karena ciri Allah sayang dengan hambanya adalah Di Mudahkannya kita dalam melakukan Kebaikan..

 

11. Rumus Kehidupan”Tekad/Potensi”seperti Persamaan : E = M X c^2 (Rumus Relativitas Einstein) SETIAP iNSAN mEMILIKI cAHAya (c), pada dirinya, dengan kuatnya “tekad/cahaya”) (c) ” maka akan mengkuadratkan Kekuatan Energi (E) pada dirinya, untuk menghasilkan cita2 yg Ingin dicapainya.. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan… ALAM NASYRAH (5-6)

12. Tekanan

P= F/A

Fisika, adalah sebuah ilmu yang mempelajari fenomena fisis yang direpresentasikan dalam bentuk matematis. Kata fisika sebenarnya sudah tidak asing bagi telinga seorang pelajar, tapi apa yang ada di pikiran pelajar belum tentu sama dengan arti fisika sebenarnya. Misal jika kita katakan apakah bunyi hukum Newton II itu? Mungkin mereka sangat hafal “Percepatan yang dialami oleh suatu benda berbanding lurus dengan gayanya dan berbanding terbalik dengan massa bendanya”. Atau biasa kita nyatakan dalam F = m a. Terus apa? Terus kenapa  Inilah sebenarnya kendala kita, kita hanya terjebak dalam konteks matematisnya saja, kita terbiasa   dengan mengerjakan soal-soal dengan rumus-rumus yang banyak. Contohnya, kita tahu konsep tentang tekanan. Yang biasa dinyatakan P =  F / A, dengan P adalah tekanan, F adalah gaya, dan A adalah luasan tempat gaya tersebut bekerja. Para pelajar hanya menggunakan rumus tersebut apa adanya tanpa adanya rasa mengerti apa makna rumus tersebut. Coba kita berfikir di luar kebiasaan, anak-anak muda mengatakan “Thinking Out of The Box”.. Misal, P adalah tekanan yang kita rasakan di hati kita, F adalah gaya dari luar yang akan menekan hati dan perasaan kita, dan A adalah seberapa lapang hati kita. Jika hati kita sangat sempit (A sangat kecil), meski gaya dari luar tidak terlalu besar (F tidak terlalu besar), maka akan mengahasilkan tekanan ke hati yang besar (P besar), kita akan mudah sterss, kita akan mudah tertekan, dan kita akan mudah menyerah. Sedangkan jika hati kita sangat lapang, sangat lapang, berapa pun besar gayanya, maka akan menghasilkan tekanan di hati yang tidak terlalu besar, artinya betapa berat masalah yang kita hadapi, betapa rumit permasalahan kita, kita akan bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan hati lapang dan pikiran tenang. Benar-benar Fisika adalah IImu dari Tuhan.  Jika kita sedikit serius dan berusaha memahami ilmu yang kita pelajari, dalam hal ini ilmu Fisika, kita akan mulai menemukan fenomena-fenomena yang akan menunjukkan Keesaan Tuhan, bagaimana Tuhan bisa menghancurkan Alam Semesta begitu mudahnya, bagaimana Jin dan Setan menembus badan kita. Saya sengaja tidak menerangkannya sekarang, untuk menambah penasaran pembaca  . Sekali lagi, Fisika bukanlah ilmu yang hanya berkelit di matematika. Fisika adalah ilmu yang diturunkan oleh Tuhan untuk memahami  fenomena alam di sekitar manusia, sebagai tanda KeesaanNya, Allah SWT.

Rumus tekanan  di atas mungkin sangatlah familiar bagi para ahli fisika ataupun orang-orang yang menyukai fisika. Namun tahukah anda untuk membaca rumus di atas dapat dibaca dengan berbagai cara. Adapun cara-cara membaca rumus di atas adalah:

  1. Orang matematika akan membaca rumus tersebut sebagai berikut:

“Tekanan (P) sama dengan Gaya (F) dibagi luas permukaan (A)”

  1. Orang fisika akan membaca rumus tersebut dengan cara lain yaitu:

“Tekanan yang diterima suatu benda merupakan besar gaya yang diterima benda tersebut pada luasan tertentu, semakin besar gaya semakin besar pula tekanan, tapi semakin besar luas permukaan semakin kecil tekanan yang diterima benda tersebut”

Perbedaan cara baca tersebut tidak menjadi masalah, karena setiap ilmu mempunyai sudut pandang tertentu terhadap sebuah fenomena. Hal menarik yang ingin disampaikan adalah ketika seorang guru membaca rumus tersebut dengan cara seperti ini:

“Kita tidak akan pernah merasakan tekanan dalam kehidupan, sebesar apapun masalah yang menghantam dirri kita bisa melapangkan dada kita”

Begitulah ilmu pengetahuan, selalu ada keteraturan di dalamnya. Keteraturan yang diciptakan Sang Pengatur.

Pernahkan anda diinjak dengan sepatu hak tinggi? Bagaimana rasanya bila dibandingkan ketika anda diinjak dengan sepatu yang lebar? Mungkin dua-duanya sakit tapi pastinya ketika diinjak dengan sepatu hak tinggi anda akan merasakan lebih sakit. Begitu pun dala menghadapi permasalahan kehidupan. Pernahkan anda meilhat orang yang kehilangan benda? Apakah ekspresi setiap orang akan sama ketika kehilangan suatu benda? Tentunya tidak, ada orang yang ketika dia kehilangan benda, dia akan pusing minta ampun, gelisah, sampai frustasi. Ada juga orang yang ketika barangnya hilang, dia hanya bersikap tenang dan tidak terlalu memikirkannya. Kedua orang tersebut menampilkan perilaku yang berbeda disebabkan karena hati mereka berbeda. Orang pertama mengatur hatinya menjadi sempit dan sulit, sehingga masalah kecil pun akan menjadi rumit, sedangkan orang kedua mengatur hatinya menjadi luas dan lapang, sehingga bisa menghadapi masalah sebesar apapun dengan tenang.

Begitulah fisika selalu mengajarkan tentang kehidupan.Tekanan tidak hanya diajarkan mengatur gaya dan luas permukaan sehingga dapat menghasilkan tekanan maksimum, tetapi dalam kehidupan tekanan diajarkan bagaimana kita dapat mengatur hati kira untuk menghadapi berbagai masalah besar ataupun kecil sehingga kita bisa menerima tekanan yang minimum.

Sangat menarik jika kita memperhatikan hokum-hukum fisika (hokum-hukum tentang alam) karena ternyata aa kesamaan prinsip antara hokum-hukum fisika dan prinsip-prinsip dalam kehidupan rohani orang percaya. Bagi saya, ini menyatakan bahwa pencipa alam rohani dan pencipta alam fisika adalah sama.

Salah satu contoh mengenai hal ini adalah Hukum tentang tekanan dan gas yang terdapa dalam hukum termodinamika yang pertama. Hukum tersebut memberikan persamaan energy gas pada kondisi isobarik, yaitu:

W = P.(V2-V1)

Mungkin yang tidak berkecimpung dalam persoalan termodinamika kurang memahami makna persamaan di atas. Karena itu saya akan mencoba menyederhanakannya dalam kata-kata yang lebih sederhana, yaitu:

“semakin besar tekanan, maka usahapun akan meningkat atau dengan kata lain ada suatu tenaga yang besar jika tekanan semakin besar”

Mari kita ambil contoh-contoh praktus pemanfaatan persamaan di atas dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Teko yang bisa “bersiul” jika air di dalamnya mendidih. Teko ini menggunakan prinsip tekanan. Air     yang mendidih mengubah wujud cairnya menjadi wujud gas, karena gas bertambah, maka tekanan akan bertambah besar, dan tekanan ini berubah menjadi tenaga yang mendorong gas untuk melewati lorong sempit dan energinya sebagian diubah menjadi energy bunyi yang terdengat sebagai “siulan”, sehingga menjadi indicator bahwa air di dalam teko sudah mendidih.
  2. Mesin uap. Mesin ini secara sederhana menghasilkan uap yang dimampatkan. Semakin                                 bermanffa ,maka tekanan gas semakin besar, ketika gas ini dibebaskan keluar dalam suatu lubang yang sempit, maka gas ini akan menggerakkan mesin. Sehingga, semakin besar tekanan gas yang bisa dihasilkan, semakin besar pula tenaga yang dihasilkan.
  3. Balon jika ditiup kemudian tutup balon dilepaskan, maka udara dalam balon akan keluar dan  mendorong balon untuk bergerak kesana dan kemari. Dalam skala yang besar, prinsip ini digerakkan untuk menaikkan roket ke luar angkasa dengan kecepatan fantastis, minimal roket harus bergerak 11 km setiap detiknya supaya roket tidak jatuh kembali ke bumi, tetapi bisa lepas ke luar angkasa. Bayangkan betapa besar tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan roket yang beratnya ribuan ton itu.

Disini dapat kira ambil suatu prinsip, yaitu semakin besar tekanan, maka tenagapun akan semakin besar. Jika kita menariknya ke dalam alam rohani, kita akan menyadari satu prinsip dalam pertumbuhan orang percaya.

Orang percaya tidak ada yang tidak bisa lepas dari “tekanan” yaitu beban, pergumulan, masalah, dan lain-lain. Tekanan ini sangat berguna bagi kehidupan rohani orang percaya, karena dibalik tekanan ini akan dihasilkan satu kekuatan rohani. Boleh dikatakan bahwa semakin besar tekanan yang pernah dialami oleh orang percaya, maka kita bisa melihat semakin besar juga kekuatan rohaninya, artinya orang tersebut semakin mengenal jalan-jalan Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan dan semakin dewasa dalam rohani.

Tekanan demi tekanan, Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan orang percaya adalah untuk kebaikan orang percaya tersebut, yaitu untuk menghasilkan manusia yang rohani dan dewasa. Tekanan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kira ternyata sudah dibatasi olehNya sehingga kita pasti dapat menanggungnya.

Tetapi terkadang, jika kira melihat pengalaman kira, seringkali tekanan yang menimpa hidup kira ini dihadapi dengan keluhan, sering dihadapi dengan pemberontakan dan sering dihadapi dengan melarikan diri dari tekanan, padahal menurut prinsip rohani (yang dinyatakan dalam prinsip fisika tentang tekanan) tekanan itu berguna untuk membangkitkan kekuatan rohani kita atau untuk membuat kita semakin dewasa di dalam Tuhan. Disini kita harus mengakui kelemahan kita padaNya dan mullah belajar memandang “tekanan” hidup dalam cara pandang Allah. tingkat yang lebih tinggi lagi.”

  1. Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Energi total= Energi kinetik + Energi potensial

Dalam mewujudkan impian Anda, Anda hanya memiliki dua pilihan : terus melakukan gerak atau tetap diam. Semakin besar energi gerak Anda, ke”diaman’ Anda akan berkurang.Lakukan bukan menunggu!

  1. Usaha

Usaha= Gaya x Perpindahan

Usaha adalah hasil kali gaya Anda dan perpindahan yang Anda capai. Seberapa besar pun gaya yang Anda berikan, namun bila Anda tidak semakin maju, maka usaha Anda adalah nol.

  1. Hukum Energi Einstein

E = M X c2

Sadar ataupun tidak sadar, Anda telah dianugerahkan cahaya dalam diri Anda. Tingkatkan bobot tekad dan “usaha” Anda, maka Anda akan memperoleh energi yang luar biasa besarnya (pangkat 16 ke atas).

  1. F = K.(Q1.Q2)/R2

dimana F=gaya, K=konstanta, Q=muatan, R=jarak diantara dua muatan.Gaya tarik menarik ataupun gaya tolak menolak berbanding lurus dengan kosntanta (lingkungan) dikalikan kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya ==> Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecocokan, gaya ketertarikan ataupun gaya penolakan suatu muatan akan dipengaruhi oleh faktor K, besar muatan Q1 dan Q2 serta kuadrat jarak diantara keduanya. Sebagai contoh sederhana. Ketika jarak antara kedua pasangan sangat jauh dan muatan cinta keduanya tetap, dengan lingkungan yang tidak mendukung (banyak godaan) maka gaya cinta diantara mereka akan mengecil. Sebuah strategi ketika kita ingin mendekati seorang wanita/laki laki agar gaya tarik menariknya kuat, maka diperlukan lingkungan yang mendukung (K), muatan keduanya besar dan saling tarik menarik (Q1,Q2) serta jarak yang dekat (R). Akan wajar saja, ketika kita mendekati wanita/pria dan ternyata tidak mendapatkan respon seperti yang diinginkan, berarti ada komponen yang perlu diselaraskan agar dapat sesuai seperti yang kita inginkan. Disitulah unik dan rumitnya perjuangan mendapatkan gaya tarik menarik cinta.

  1. V = s/t

Kecepatan berbanding lurus dengan jarak dan berbanding terbalik dengan waktu. Jika jarak diibaratkan sebagai seberapa jauh jarak tempuh untuk mencapai tujuan dan waktu adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam kehidupan, semakin jauh jarak yang harus kita tempuh, semakin kita harus meningkatkan kecepatan. Semakin sedikit waktu yang tersedia, maka kecepatan harus semakin tinggi.

Semakin hari, durasi hidup manusia semakin berkurang, makanya manusia harus lebih cepat mendekat kepada Allah. Mengenai jarak dalam kehidupan, jika diibaratkan sebagai garis lurus, maka kehidupan di dunia adalah satu titik di antara garis yang sangat panjang. Oleh karena itu, semakin jauh jarak yang akan kita tempuh, maka kecepatan pun harus semakin ditingkatkan.

  1. m = 2E/v2

Karena energi kita patok tetap atau konstan, maka besar energi untuk sementara bisa diabaikan. Nah, jika kita ingin mendapatkan rezeki yang lebih besar maka yang harus dilakukan adalah memperkecil kecepatan kita dalam beribadah kepada Allah. Maksudnya, janganlah terlalu tergesa-gesa saat beribadah. Kalau biasanya salat dengan kecepatan 2 rakaat/menit, cobalah diperlama menjadi  1 rakaat/menit, misalnya. Lalu, bagaimana cara memperkecil kecepatan itu?

Menurut saya, makna antara orang telah diberi anugerah IQ tinggi dan orang berkemampuan pas-pasan maka kesuksesan yang diraihnya.

19 .  Q = W + ∆U

Kalor yang diberikan kepada sistem akan menyebabkan sistem melakukan usaha dan mengalami perubahan energi dalam. Prinsip ini dikenal sebagai hukum kekekalan energi dalam termodinamika atau disebut hukum I termodinamika

Pengalaman adalah pelajaran berharga dari kesalahan yang dilakukan. Pengalaman-pengalaman secara tidak sengaja memberi efek jerah dari manusia seperti halnya pemberian panas yang berarti kalor. Akibat efek pemberian kalor maka manusia berkembang menjadi dewasa atau matang pemikirannya. Menimbulkan spontanitas usaha kerja keras akan bertambah matang pemikirannya karena terjadi perubahan energy dalam dari psikologis manusia

  1. Q= m.c.∆T

Kalor yang diserap atau diterima  berbanding lurus dengan massa benda, massa jenis zat cair, dan perubahan suhu. Manusia tidak terlepas dari namanya gejolak hati yang menimbulkan emosional yang tinggi. Kejengkelan dari sikap orang lain sebagai kalor yang diserap jiwa saat itu massa dosa kita bertambah namun untuk meredam di butuhkan kalor jenis air berupa air wudhu. Hal yang terjadi, Perubahan suhu gejolak hati yang berkurang.

  1.   F = K.(Q1.Q2)/R2

Dimana F=gaya, K=konstanta, Q=muatan, R=jarak diantara dua muatan.Gaya tarik menarik ataupun gaya tolak menolak berbanding lurus dengan kosntanta (lingkungan) dikalikan kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya ==> Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecocokan, gaya ketertarikan ataupun gaya penolakan suatu muatan akan dipengaruhi oleh faktor K, besar muatan Q1 dan Q2 serta kuadrat jarak diantara keduanya. Sebagai contoh sederhana. Ketika jarak antara kedua pasangan sangat jauh dan muatan cinta keduanya tetap, dengan lingkungan yang tidak mendukung (banyak godaan) maka gaya cinta diantara mereka akan mengecil. Sebuah strategi ketika kita ingin mendekati seorang wanita/laki laki agar gaya tarik menariknya kuat, maka diperlukan lingkungan yang mendukung (K), muatan keduanya besar dan saling tarik menarik (Q1,Q2) serta jarak yang dekat (R). Akan wajar saja, ketika kita mendekati wanita/pria dan ternyata tidak mendapatkan respon seperti yang diinginkan, berarti ada komponen yang perlu diselaraskan agar dapat sesuai seperti yang kita inginkan. Disitulah unik dan rumitnya perjuangan mendapatkan gaya tarik menarik cinta

  1. makna hukum- hukum  dalam fisika

Hukum Gay-Lussac: Tekanan dari sejumlah gas pada volume yang tetap berbanding lurus    dengan temperaturnya dalam kelvin. Tekanan dari masalah bakal lebih kecil kalau di selesaikan dengan kepala dingin.

Prinsip Pascal : Tekanan berbanding terbalik dengan luas penampang dalam gaya yang tetap. Makin berhati lapang, tekanan masalah yang dirasakan makin kecil

Hukum I Newton : Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap. Orang kalau udah males , berarti minta dipaksa kalau pengen berubah.

Hukum II Newton : Jika suatu gaya total bekerja pada benda, maka benda akan mengalami percepatan, di mana arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. Vektor gaya total sama dengan massa benda dikalikan dengan percepatan benda. Tapi kalau dipaksa ke arah sesat, ya jangan mau. Nanti searah dengan orang yang maksa itu malah ikut sesat.

Hukum III Newton : Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah. Menganggu atau menyakiti orang lain, konsekuensinya juga bakal disakiti. Sebaliknya, memberikan kebaikan, Insya Allah juga bakal mendapat kebaikan.

Hukum ampere, arus yang masuk pada suatu pole (titik) sama dengan rus yang keluar dari pole tsb, ketika kita melakukan kejahatan maka kita akan mendapat balasan berupa kejahatan, begitu pula kebaikan.

FILOSOFI HIDUP: HIDUPLAH SEPERTI SEBUAH POHON

“Jadilah seperti pohon. Perhatikanlah, ia diam tak banyak bicara hingga kamu tidak menyadari apa yang dilakukannya. Padahal ia selalu memberimu udara untuk dihisap. Lihatlah bagaimana ia memberi udara pada semua orang tanpa memandang apakah kamu miskin atau kaya. Atau apakah kamu lahir dari kelompok etnik tertentu. Ia memberi udara bagi semua orang tanpa memandang agama, ras dan suku bangsa. Apakah kamu bersedia membagi ilmumu untuk semua orang tanpa pilih kasih?”

“Jadilah seperti pohon. Ia tidak banyak berbicara tapi terus tumbuh setiap hari. Jika sudah tidak tumbuh maka ia akan mati. Apakah dirimu merasa terus tumbuh?”

“Jadi seperti pohon. Apabila sudah besar, ia akan menaungi siapa saja yang berada dibawahnya, tak peduli itu manusia atau hewan. Apakah kamu merasa dirimu sudah semakin besar dan menaungi apa saja yang berada dibawahmu?”

“Jadilah seperti pohon yang selalu menyejukkan, memperindah dan mempercantik tempat-tempat gersang. Apakah kamu merasa kehadiranmu telah membuat hati-hati yang gersang menjadi sejuk dan indah kembali?”

“Jadilah seperti pohon. Satu-satu kehidupan yang tumbuh ke atas dan berhasil melawan kuatnya gravitasi Bumi. Apakah kamu merasa dirimu telah berhasil melawan kuatnya godaan dan tantangan akan terus bertumbuh menjadi manusia dan guru yang lebih baik dari hari ke hari?”

“Jadilah seperti pohon yang menyuburkan tanah di sekitarnya dan menyimpan air di bawahnya untuk kehidupan semua makhluk hidup lainnya. Apakah kamu sudah menyuburkan lingkungan sekitarmu?”

“Jadilah seperti pohon, Seandainya sudah mati pun tubuhnya masih berguna bagi kesuburan tanah atau menjadi bahan baku tempat tinggal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sumber: IkatanRemajaMasjidDarulUlumIrmadu

Kunjungan Blog, Matur Nuwun Sanget :) :)

Dalam 4 hari belakangan ini kunjungan ke blog yogabudibhakti.wordpress.com mencapai level lebih dari 200 kunjungan. Terima Kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat apa yang saya bagikan dan semoga menginspirasi orang untuk menuangkan pikirannya melalui tulisan.

Kununjungan Blog

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.