Pak Harto : Untold Stories

Pak Harto : The Untold Stories

Pak Harto : The Untold Stories

Jujur saja, saya sebenarnya tidak tertarik untuk membaca buku biografi seorang tokoh. Karena biasanya berisi tentang puja-pujian tokoh tersebut dari satu sisi penulisnya saja.

Tapi entah mengapa, saya tertarik untuk membaca ringkasan di halaman belakang buku PAK HARTO : The Untold Stories, rasa penasaran saya semakin menjadi.

Singkat kata, sayapun akhirnya membeli buku ini.

Dan benar, rasa penasaran saya semakin menjadi terhadap sosok Pak Harto yang diceritakan oleh beberapa orang yang pernah mengenal Pak Harto baik secara intens ataupun secara sekilas dalam buku ini

Sebenarnya buku ini tidak istimewa, tetapi yang menarik buku ini menceritakan sosok Pak Harto yang tidak pernah diketahui oleh publik sebelumnya.

Menarik lagi, kisah-kisah perjalanan hidup Pak Harto pun diceritakan dengan bahasa yang sederhana dengan sudut pandang yang berbeda dari masih-masing orang yang mengenalnya.

Dari Munari Ari, seorang pengamen jalanan, yang setiap hari selalu melakukan hormat saat mobil iring-iringan Pak Harto lewat. Dan sampai suatu ketika Pak Harto menghentikan mobilnya dan menyapa dia secara langsung. Dan akhir cerita, hidupnya pun berubah dan menjadi keluarga besar Pak Harto, karena dia diangkat oleh Mbak Tutut untuk bekerja di keluarga Cendana atas ijin Pak Harto.

Dari seorang Jenderal, Try Soetrisno, yang menceritakan bahwa beliau dididik secara tidak langsung oleh Pak Harto dari awal, dan akhirnya menjadi ajudan, dan kemudia menjadi Wakil Presiden di era Pak Harto.

Beragam cerita tumpah ruah di buku ini, dari yang sedih, sampai dengan yang membanggakan saya melihat sosok Pak Harto melalui kacamata mereka.

Saya tidak mengenal Pak Harto, tetapi saya mengetahui sepak terjang beliau di Indonesia melalui beragam program seperti INPRES, PKK, POSYANDU, P4, dan masih banyak lagi. Namun itu bermuara pada satu yaitu INDONESIA!

Sungguh tragis, saat ini jika saya melihat setelah era Pak Harto, beberapa kekacauan dan kebodohan semakin mendera rakyat Indonesia, apakah negeri ini sudah tidak memiliki pemimpin seperti Pak Harto?

Terlepas dengan orang bilang banyak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Jaman Pak Harto, namun sampai saat ini tidak ada korelasi antara kemajuan Indonesia saat Pak Harto dengan kondisi negara saat ini yang katanya sudah ada KPK tetapi malah tambah tidak karuan kondisi keamanan dan politiknya.

Orang boleh mengutuk pak Harto, tetapi bukankah seorang muslim tidak boleh menjelekkan sesama muslim? dan bukankah sesama Muslim adalah saudara dan saling memaafkan dan silarurahmi.

Pak Harto adalah muslim, dan saya muslim, maka saya hargai beliau!

Saya ucapkan selamat kepada para penulis buku ini, yang telah menggugah saya yang tidak tahu menjadi memahami sosok Pak Harto!