gerhana_matahari_total-1Pada tanggal 9 Maret 2016 beberapa daerah di Indonesia mengalami gerhana matahari total yang termasuk spesial hingga NASA mengirim empat orang penelitinya ke Tidore. Tidak hanya penduduk setempat, gerhana matahari total yang jarang terjadi di Indonesia ini pun menjadi perhatian para wisatawan yang datang jauh-jauh dari Perancis, Swiss, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya.

Gerhana matahari merupakan peristiwa alam biasa yang hanya dapat terjadi pada fase bulan baru, yaitu bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Saat itu bulan akan lewat di antara matahari dan bumi, dan bayangannya jatuh pada permukaan bumi. Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Bayangan bulan sendiri terdiri dari dua jenis yaitu bayangan inti yang gelap, disebut umbra, dan bayangan yang lebih tampak tak nyata yang diberi nama penumbra. Jenis bayangan apa yang sampai ke sebuah daerah di bumi lah yang akan menentukan jenis gerhana matahari yang terjadi di daerah tersebut. Apabila mendapat umbra, maka daerah tersebut bisa melihat gerhana matahari total. Sementara itu, apabila mendapat penumbra maka daerah tersebut hanya dapat menikmati gerhana matahari sebagian.

Science Dibalik Gerhana Matahari Total

Hanya mereka yang terletak di jalur umbra Bulan bisa melihat Gerhana Matahari Total. Umbra Bulan hanya beberapa ratus kilometer dan lebar perjalanannya ke arah timur pada sekitar 1.056 mph (1.700 km / jam). Karena itu, meskipun gerhana matahari terjadi sekitar 2-5 kali dalam setahun, tidak banyak orang bisa melihat kejadian tersebut. Di setiap tempat di bumi, Gerhana Matahari Total dapat dilihat rata-rata sekali setiap 360 hingga 375 tahun.

Gerhana Matahari Total dapat berlangsung selama beberapa jam. Totalitasnya terjadi berkisar hanya beberapa detik sampai 7 menit lebih 30 detik. Gerhana Matahari Total terpanjang terjadi di abad ke-21 berlangsung pada tanggal 22 Juli 2009 ketika totalitasnya berlangsung selama 6 menit dan 39 detik.

Gerhana Matahari Total jarang terjadi, dan hanya terjadi (setiap satu atau dua sampai tiga tahun) saat:

  • Bulan baru
  • Bulan berada di dekat lunar node.
  • Bumi, Bulan dan Matahari sejajar dalam garis lurus.
  • Bulan berada diposisi perihelion.

Hubungan Perihelion Bulan dengan Gerhana Matahari Total

Lintasan Bulan mengelilingi Bumi adalah elips, dengan satu sisi orbit lebih dekat ke Bumi daripada yang lain. Sisi yang paling dekat dengan bumi disebut perihelion dan sisi terjauh dari Bumi dikenal sebagai aphelion.

Orbit Bumi mengelilingi Matahari juga elips, dengan Matahari lebih dekat pada salah satu ujung orbit perihelion dibandingkan aphelion. Bumi dan orbit elips Bulan menunjukan bahwa jarak Bumi dari Matahari dan jarak Bulan dari Bumi bervariasi sepanjang tahun. Ini juga berarti bahwa dilihat dari Bumi, Matahari dan ukuran penampakan Bulan berubah sepanjang tahun.

Saat Bulan berada di posisi terdekat dengan Bumi, ukuran tampak jelas kira-kira sesuai dengan ukuran jelas Matahari. Karena itu, gerhana total dari Matahari hanya dapat terjadi saat Bulan berada pada perihelion dimana hal tersebut adalah satu-satunya waktu ketika piringan Bulan terlihat cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari.

Gerhana matahari lebih lengkapnya ada empat jenis, yaitu:

  1. Gerhana Matahari Total; terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Saat itu, piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari. Ukuran piringan matahari dan piringan bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak bumi ke bulan dan bumi ke matahari.
  2. Gerhana matahari sebagian atau parsial; terjadi apabila piringan bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.
  3. Gerhana matahari cincin atau annular, terjadi apabila piringan bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Gerhana ini terjadi apabila ukuran piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari, sehingga ketika piringan bulan berada di depan piringan matahari, tidak seluruh piringan matahari akan tertutup oleh piringan bulan. Bagian piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan, berada di sekeliling piringan bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
  4. Gerhana matahari hibrida atau hybrid; jenis gabungan antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang terjadi.

Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016 akan mengalami gerhana matahari total tepatnya di 11 provinsi yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Sementara itu bagian daerah Indonesia lainnya akan mengalami gerhana matahari sebagian atau parsial.

Peta Gerhana Matahari Tota di Indonesia, 9 Maret 2016, gambar: NASA

Badan Luar Angkasa AS atau National Aeronautics and Spaces Administration (NASA) menilai Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia tahun ini lebih spesial karena terjadi dalam waktu yang sangat pagi, waktu di mana matahari baru saja terbit. Para peneliti ini akan melakukan penelitian pengaruh gerhana matahari total terhadap atmosfer. Aspek-aspek yang diteliti antara lain suhu di langit dan kelembaban bumi. Para peneliti tersebut ingin tahu bagaimana kondisi langit yang gelap di pagi buta, bagaimana temperatur dan keadaan suhu yang berbeda.

Berikut merupakan jadwal gerhana matahari total di beberapa wilayah Indonesia:

Palembang, South Sumatra, Indonesia

Gerhana Matahari sebagian dimulai: 6:20 a.m. local Western Indonesian Time
Gerhana Matahari Total dimulai: 7:20 a.m. local time
Gerhana Matahari Total Maksimum: 7:21 a.m. local time
Gerhana Matahari Total berakhir: 7:22 a.m. local time
Gerhana Matahari Sebagain berakhir: 8:31 a.m. local time

Balikpapan, East Kalimantan, Indonesia

Gerhana Matahari sebagian dimulai: 7:25 a.m. local Central Indonesian Time
Gerhana Matahari Total dimulai: 8:33 a.m. local time
Gerhana Matahari Total Maksimum: 8:34 local time
Gerhana Matahari Total berakhir: 8:34 a.m. local time
Gerhana Matahari Sebagain berakhir: 9:53 a.m. local time

Sofifi, North Maluku, Indonesia

Gerhana Matahari sebagian dimulai: 8:36 a.m. local Eastern Indonesian Time
Gerhana Matahari Total dimulai: 9:51 a.m. local time
Gerhana Matahari Total Maksimum: 9:53 local time
Gerhana Matahari Total berakhir: 9:54 a.m. local time
Gerhana Matahari Sebagain berakhir: 11:21 a.m. local time

NASA dikabarkan mengirimkan tim khusus pengamatan di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, bersama Lapan. Mereka juga akan membawa teknologi pertama yang dipakai di dunia untuk meneliti korona. Bagian itu diperkirakan merupakan kunci dari misteri matahari, mulai dari percepatan angin matahari sampai ledakan kelahiran awan matahari yang disebut coronal mass ejection. Para peneliti NASA akan menggunakan alat baru, coronagraph, untuk mengamati cahaya terpolarisasi yang membawa informasi mengenai suhu dan kecepatan elektron di posisi korona lebih rendah.

Para peneliti NASA tersebut akan menggunakan coronagraph untuk menguji cahaya terpolarisasi dari korona matahari. Cahaya yang berisi informasi tentang suhu dan kecepatan elektron itu akan dipolarisasi ketika medan listrik berosilasi dalam satu sumbu, baik kanan-kiri atau atas-bawah. Eksperimen ini akan pertama kali dilakukan di Maluku Utara, Indonesia. Daerah itu dipilih sebab akses yang lebih mudah dan kemungkinan kondisi langit yang cerah pada saat terjadinya gerhana matahari total dan durasi yang diperkirakan paling lama. Untuk itu, para peneliti sudah melakukan uji coba pada instrumen tersebut.

Dalam sebuah GMT (Gerhana Matahari Total) terdapat 5 fase, yaitu:

  1. Gerhana Matahari sebagian dimulai (kontak pertama): bayangan bulan mulai menjadi terlihat melewati piringan Matahari. Matahari terlihat seolah-olah telah diambil sebagian.
  2. Gerhana Matahari Total dimulai (kontak kedua): hampir seluruh piringan Matahari ditutupi Bulan. Pengamat di bagian umbra Bulan kemungkinan bisa melihat manik-manik Baily dan efek cincin berlian.
  3. Gerhana Matahari Total maksimum: Bulan tepat menutupi piringan Matahari. Hanya korona Matahari yang terlihat. Peristiwa ini merupakan tahap paling dramatis dari GMT. Langit menjadi gelap, suhu mendadak turun, binatang dan burung menjadi terdiam.
  4. Gerhana Matahari Total berakhir (kontak ketiga): bayangan Bulan mulai bergerak menjauh dan Matahari muncul kembali.
  5. Gerhana Matahari sebagian berakhir (kontak keempat): Bulan berhenti menumpangi piringan Matahari. GM berakhir pada tahap ini.

Gerhana matahari senyatanya tidak akan terjadi pada setiap bulan baru karena orbit bulan relatif lebih miring 5 derajat terhadap orbit bumi yang mengelilingi matahari sehingga tidak terjadi gerhana matahari. Biasanya gerhana matahari muncul setiap 2 tahun sekali atau bahkan lebih, bisa hingga 5 kali dalam setahun. Hal itu tergantung pada seberapa dekat bulan baru akan menentukan apakah akan terjadi gerhana total, parsial atau sebagian.

 

Beberapa fenomena dapat terlihat selama Gerhana Matahari Total:

  • Manik-manik Baily: terlihat sekitar 10-15 detik sebelum dan setelah Gerhana Matahari Total. Manik-manik Baily merupakan manik kecil serupa gumpalan cahaya di sisi Bulan. Ini terjadi karena cahaya matahari melewati pegunungan dan lembah pada permukaan Bulan.
  • Cincin berlian: saat Bulan bergerak menutupi seluruh piringan Matahari, manik-manik Baily menghilang, meninggalkan satu manik terakhir beberapa detik sebelum Gerhana Matahari Total. Pada saat inilah korona Matahari membentuk sebuah cincin di sekeliling Bulan. Cincin di sekeliling Bulan dan sisa manik Baily memberikan penampakan cincin berlian.
  • Kromosfer Matahari: atmosfir Matahari memiliki 3 lapisan yaitu fotosfer, kromosfer, dan korona. Kromosfer yang memberikan cahaya kemerahan dapat terlihat beberapa detik tepat setelah cincin berlian menghilang selama Gerhana Matahari Total.
  • Korona Matahari: seperti kromosfer, korona Matahari hanya dapat dilihat selama Gerhana Matahari Total. Korona dapat terlihat seperti cincin sinar yang samar di sekitar Bulan yang gelap selama Gerhana Matahari Total.
  • ‘Shadow bands’ atau ikatan bayangan: sekitar 1 menit sebelum dan sesudah Gerhana Matahari Total, garis bergelombang yang bergerak akibat dari pergantian terang dan gelap dapat terlihat pada permukaan berwarna polos. Fenomena ‘shadow bands’ ini merupakan hasil emisi cahaya dari menyabitnya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfir Bumi.

Sebagai negara yang terkena gerhana matahari total, tentu kita pun ingin menyaksikan peristiwa langka ini. Namun, dalam menyaksikannya kita tidak boleh menggunakan mata telanjang karena radiasi yang keluar dari matahari dapat merusak retina mata terutama ketika jalannya gerhana matahari. Apabila ingin menyaksikannya dengan mata telanjang, tunggulah hingga seluruh piringan matahari benar-benar tertutup oleh bayangan bulan. Saat itulah cara yang paling aman melihatnya dengan mata telanjang.

Melihat gerhana matahari menggunakan kaca mata hitam, kamera film, dan kamera filter atau yang biasa digunakan dalam bidang fotografi sangatlah tidak dianjurkan. Gunakanlah filtering sun glasses atau kacamata yang mempunyai pelindung khusus atau bisa juga menggunakan teleskop atau teropong dengan melapisi bagian depan teleskop menggunakan filter mylar. Filter mylar adalah lembaran plastik berlapis alumunium. Begitu dilapisi pada teleskop, matahari akan terlihat berwarna biru dan putih baja.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan metode proyeksi lubang jarum atau pin hole. Caranya siapkan 2 lembar kertas atau karton. 1 kertas dilubangi dengan jarum, lalu arahkan lubang tersebut ke arah matahari dan tangkap bayangan cahaya matahari pada kertas pertama menggunakan kertas kedua.

Sungguh menakjubkan peristiwa Gerhana Matahari Total ini, yang tentu saja merupakan tanda-tanda kebesara Allah yang Maha kuasa kepada kita manusia. Sebagaimana ayat dalam surat quran berikut ini:

QS. Yunus: 5

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

QS. Yaasin: 38-40

“dan Matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui (38) dan telah Kami tetapkan bagi Bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua (39) tidaklah mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya (40)”

QS. Alfurqaan: 45

“Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) BAYANG–BAYANG dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap BAYANG–BAYANG itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas BAYANG– BAYANG itu”

Ayat-ayat quran di atas pada dasarnya menginformasikan kepada kita bahwa Matahari tidak bersifat statis, melainkan bergerak pada garis edarnya. Dalam pergerakan benda langit memiliki kadar serta sistem tertentu. Pergerakan Matahari dan Bulan pada garis edarnya masing-masing memungkinkan pada waktu tertentu berada pada lintasan yang lurus yang dinamakan dengan peristiwa gerhana.

Sumber:
http://www.timeanddate.com/eclipse/total-solar-eclipse.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari
http://global.liputan6.com/read/2453277/mengenal-gerhana-matahari-total
http://jogja.tribunnews.com/2016/03/07/nasa-sebut-gerhana-matahari-total-di-indonesia-lebih-spesial
http://tekno.liputan6.com/read/2453297/nasa-siapkan-alat-canggih-baru-untuk-gerhana-matahari-total#